Sumsel

Wali Murid di Palembang Diduga Dianiaya Dua Security Sekolah, Kepala Terluka hingga Dijahit

Kurnia | 30 Oktober 2026, 20:00 WIB
Wali Murid di Palembang Diduga Dianiaya Dua Security Sekolah, Kepala Terluka hingga Dijahit
Korban saat membuat laporan polisi.

AKURAT.CO SUMSEL Seorang wali murid berinisial HY (42) melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya di halaman sebuah SMA negeri di Palembang ke Polrestabes Palembang.

Dalam kejadian tersebut, korban mengaku dipukul oleh dua petugas keamanan sekolah hingga mengalami luka robek di bagian kepala.

Peristiwa itu terjadi di area parkir sekolah yang berada di Jalan Puncak Sekuning, Palembang, Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

HY, warga Kecamatan Bukit Kecil, mengaku datang ke sekolah untuk mengambil sejumlah roti dari anaknya. Roti tersebut merupakan bagian dari tugas sekolah yang akan dijual dalam sebuah kegiatan.

Saat berada di area parkir, seorang petugas keamanan menghampiri dan menanyakan keperluan kedatangannya. Korban kemudian menjelaskan maksud kedatangannya.

Baca Juga: Gegara Nyaris Tertabrak Motor, Pria di Palembang Tendang Kendaraan hingga Pukul Pengendara

Tak lama berselang, petugas keamanan lainnya kembali menanyakan hal serupa. Setelah mendapat penjelasan, petugas tersebut sempat meninggalkan korban.

Namun, sekitar lima menit kemudian, petugas keamanan itu kembali dan meminta HY meninggalkan halaman sekolah. Saat itu, anak korban sudah datang menemuinya.

Korban mengaku keberatan karena merasa tidak melakukan pelanggaran dan hanya ingin mengambil barang dari anaknya.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi adu mulut. HY mengaku sempat mempertanyakan sikap petugas keamanan yang membentaknya.

Menurut pengakuan korban, salah seorang petugas kemudian mendorong tubuhnya. Petugas keamanan lainnya turut mendekat dan diduga ikut mendorong serta membentak korban.

Cekcok tersebut berujung dugaan pemukulan. HY menyebut salah seorang petugas keamanan memukul bagian kepalanya menggunakan tangan kosong lebih dari satu kali.

"Saya dipukuli, Pak. Saya bilang kepada keduanya bahwa kejadian ini akan saya laporkan ke polisi. Mereka malah menjawab, 'Laporkan saja!'" ungkap HY.

Baca Juga: Cari Anggota Polisi di Tempat Hiburan Malam, Propam Palembang Sisir 7 Lokasi hingga Dini Hari

Akibat kejadian itu, HY mengalami bengkak, memar, dan luka robek di bagian kiri belakang kepala hingga harus mendapat jahitan medis.

Setelah meninggalkan lokasi, korban mendatangi Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Khadijah Palembang untuk mendapatkan perawatan.

HY kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polrestabes Palembang pada Kamis malam.

Kanit SPK Polrestabes Palembang, Ipda Ari, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Selanjutnya, perkara itu akan ditangani Satreskrim melalui Unit Pidana Umum (Pidum) untuk dilakukan penyelidikan.

"Laporan sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti petugas Satreskrim Polrestabes Palembang Unit Pidana Umum (Pidum) untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia