Sumsel

Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik

Deny Wahyudi | 30 Oktober 2026, 17:44 WIB
Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik

AKURAT.CO SUMSEL Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, melantik 23 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang di Rumah Dinas Tasik, Jumat (30/10/2026).

Dari jumlah tersebut, tiga pejabat mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama, dua orang menjadi camat, sementara 18 lainnya menempati jabatan administrator dan fungsional.

Tiga pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni Yan Sabar Sihotang sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Palembang, Nurmala Sari sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), serta Alan Gunnery sebagai Inspektur Kota Palembang.

Adapun dua camat yang turut dilantik akan bertugas di Kecamatan Sukarami dan Sematang Borang.

Dalam sambutannya, Ratu Dewa mengingatkan para pejabat agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan, jabatan bukan sekadar kedudukan atau penghargaan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui hasil kerja.

Menurutnya, masyarakat lebih membutuhkan pelayanan dan penyelesaian persoalan dibandingkan kegiatan seremonial maupun banyaknya agenda pemerintahan.

"Jabatan bukan kehormatan untuk dipamerkan, tetapi tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah. Rakyat tidak menilai kita dari jumlah rapat, banner, atau foto kegiatan, tetapi pelayanan," tegas Ratu Dewa.

Ia juga meminta Inspektur Kota Palembang memperkuat pengawasan internal pemerintahan. Pengawasan tersebut harus dilakukan secara tegas dan adil, terutama terhadap pengelolaan keuangan, aset daerah, pelayanan publik, pengadaan barang dan jasa, serta kepatuhan membayar pajak daerah.

Baca Juga: Pemkot Palembang Perluas Sekolah Lansia, Dorong Warga Usia Senja Tetap Produktif

Ratu Dewa turut memberikan arahan khusus kepada pejabat yang baru dilantik sesuai bidang tugas masing-masing.

Kepada Kepala DPPKB, ia meminta peningkatan program edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, pendampingan pasangan usia subur, serta penguatan layanan posyandu.

Ia menilai pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pendataan jumlah penduduk, tetapi juga harus memperhatikan kualitas sumber daya manusia.

"Palembang tidak hanya butuh jumlah penduduk yang terdata, tetapi generasi yang sehat, berkualitas, dan siap membangun kota ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan diminta mengembangkan pelestarian budaya agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ratu Dewa ingin warisan budaya Palembang lebih dekat dengan masyarakat, termasuk melalui lingkungan sekolah dan pemanfaatan ruang publik.

Pemberdayaan seniman dan komunitas budaya juga perlu diperkuat. Selain menjaga cagar budaya, potensi wisata budaya diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Arahan serupa disampaikan kepada camat yang baru dilantik dan seluruh camat di Palembang. Mereka diminta aktif turun ke lapangan untuk memahami persoalan di wilayah masing-masing.

Sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian antara lain masalah sosial, konflik warga, kebersihan lingkungan, sampah, hingga banjir.

Ratu Dewa menegaskan, camat harus bergerak cepat sebelum persoalan berkembang dan menjadi perhatian luas di media sosial.

"Jangan nunggu viral baru bergerak, tapi bergeraklah sebelum viral. Jangan dikenal hanya banyak berfoto, tetapi apa yang dirasakan masyarakat, baik itu pelayanan ataupun bantuan yang tersalurkan dengan baik," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia