Sumsel

Mimpi Buka Usaha Kandas, Pasutri Muda di Palembang Kena Tipu Segitiga Saat Beli Motor Kaisar di Facebook

Maman Suparman | 29 Desember 2025, 20:00 WIB
Mimpi Buka Usaha Kandas, Pasutri Muda di Palembang Kena Tipu Segitiga Saat Beli Motor Kaisar di Facebook

AKURAT.CO SUMSEL Niat hati ingin mandiri dengan membuka usaha sendiri, pasangan suami istri (pasutri) muda di Palembang, Reni Agustin (20) dan Rizal (21), justru harus menelan pil pahit.

Uang tabungan sebesar Rp8 juta yang sedianya akan digunakan untuk membeli modal usaha raib setelah keduanya terjebak modus penipuan jual-beli kendaraan di media sosial Facebook.

Aksi penipuan ini bermula saat Reni mengunggah status di sebuah grup Facebook bahwa dirinya tengah mencari sepeda motor roda tiga jenis Kaisar untuk keperluan usaha. Gayung bersambut, keesokan harinya seorang pria misterius menghubungi mereka dan mengaku memiliki unit yang dicari, yakni Kaisar tahun 2023.

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengirimkan foto unit kendaraan lengkap dengan foto BPKB dan STNK melalui pesan singkat WhatsApp.

Terbuai dengan kelengkapan surat-surat tersebut, Reni dan suaminya pun sepakat untuk bertemu dan mengecek fisik kendaraan di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Kalidoni, pada Rabu (24/12/2025) sore.

Baca Juga: Hilang Sejak Sepekan, CCTV Rekam Suci Dijemput Mobil Asing

Di lokasi kejadian, korban melakukan negosiasi harga. Dari penawaran awal sebesar Rp17 juta, pelaku dengan sangat meyakinkan menurunkan harga hingga disepakati di angka Rp8 juta.

"Kami cek motornya memang ada, tapi banyak kekurangan, makanya harganya turun jadi Rp8 juta. Setelah sepakat, pelaku meminta uangnya segera ditransfer ke nomor rekening yang dia berikan," ungkap Reni, Senin (29/12/2025).

Namun, drama dimulai sesaat setelah bukti transfer dikirimkan. Pelaku berdalih ingin menghubungi adiknya terlebih dahulu dan meminta korban menunggu sejenak. Namun, setelah ditunggu beberapa lama, pelaku tak kunjung muncul dan nomor WhatsApp korban pun langsung diblokir.

Kekecewaan Reni kian memuncak saat ia hendak membawa pulang motor tersebut. Pemilik kendaraan yang berada di lokasi menolak memberikan kunci dan surat-surat karena merasa belum menerima uang pembayaran.

"Kami tunjukkan bukti transfer, tapi mereka (pemilik motor) bilang itu bukan nomor rekening mereka. Rupanya kami berkomunikasi dengan orang yang salah," tambah.

Diduga kuat, pelaku berperan sebagai perantara palsu (makelar bodong) yang mempertemukan pembeli dengan penjual asli tanpa sepengetahuan kedua belah pihak.

Kepala SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Hendra Yuswoyo, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait tindak pidana penipuan tersebut.

"Laporan sudah kami terima. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh tim Satreskrim.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia