Sumsel

Hendak Berangkat Kerja sebagai ART, Wanita di Palembang Diduga Dianiaya Pacar dan Tasnya Dirampas

Kurnia | 2 November 2026, 20:00 WIB
Hendak Berangkat Kerja sebagai ART, Wanita di Palembang Diduga Dianiaya Pacar dan Tasnya Dirampas
Korban saat membuat laporan polisi.

AKURAT.CO SUMSEL Niat Nurhayati (36) mencari nafkah dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) justru berujung keributan dengan pacarnya sendiri. Perempuan asal Kecamatan Gandus, Palembang, itu diduga mengalami kekerasan setelah AH melarangnya pergi bekerja.

Tak hanya mendapat perlakuan kasar, Nurhayati juga mengaku tas dan handphone miliknya sempat dirampas oleh terlapor. Peristiwa tersebut terjadi di depan Lorong Gumarang, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Atas kejadian itu, Nurhayati mendatangi Polrestabes Palembang bersama orangtuanya pada Senin (2/11/2026) pagi untuk membuat laporan. Ia berharap polisi segera menindaklanjuti laporan dan mengamankan pria yang dilaporkannya.

Di hadapan petugas, Nurhayati menceritakan bahwa kejadian bermula ketika dirinya hendak berangkat bekerja sebagai ART. Namun, saat berada tidak jauh dari rumahnya, AH tiba-tiba datang dan melarangnya pergi.

"Saya tidak diperbolehkan pergi, Pak, dan bekerja menjadi ART oleh dia," ujar Nurhayati saat memberikan keterangan kepada petugas.

Perselisihan kemudian memanas. AH diduga merampas tas dan handphone milik Nurhayati hingga terjadi tarik-menarik di antara keduanya.

Baca Juga: Surat Edaran Kapolri Terbit, Polisi di Sumsel Dilarang Gunakan Vape Kapan Saja

Dalam kejadian itu, Nurhayati mengaku tangannya diremas oleh terlapor hingga merasakan kesakitan. Situasi semakin tegang ketika AH diduga memaksanya naik ke kendaraan.

Namun, Nurhayati menolak. Keributan kembali terjadi sebelum akhirnya ia berhasil melarikan diri dari lokasi untuk menyelamatkan diri.

Akibat kejadian tersebut, Nurhayati mengaku kehilangan sejumlah alat rias atau makeup dengan nilai sekitar Rp500 ribu. Sementara tas dan handphone yang sempat diambil terlapor ditemukan kembali di lokasi oleh anak korban.

"Alat makeup saya hilang, Pak. Setelah merampas HP dan tas saya, barang-barang itu ditaruh terlapor di TKP. Beruntung, anak saya menemukannya. Oleh karena itulah saya melapor," tuturnya.

Sementara itu, Kanit SPK Polrestabes Palembang, Ipda Ari, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan tersebut.

Menurutnya, laporan itu akan ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polrestabes Palembang melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk melakukan penyelidikan.

"Laporan korban sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh anggota Satreskrim Polrestabes Palembang Unit PPA untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia