Batu Bara Masih Dominasi Ekspor Sumsel, Kontribusi Kopi Belum Sampai 1 Persen

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja ekspor sejumlah komoditas unggulan Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami tekanan sepanjang Januari hingga September 2026. Penurunan nilai ekspor terbesar terjadi pada bahan bakar mineral, karet dan barang dari karet, serta lemak dan minyak hewan atau nabati.
Berdasarkan data ekspor periode Januari-September 2026, nilai ekspor bahan bakar mineral turun US$179,31 juta atau 9,97 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Penurunan juga terjadi pada komoditas karet dan barang dari karet sebesar US$108,82 juta atau 9,34 persen. Sementara itu, lemak dan minyak hewan atau nabati mengalami penurunan US$80,99 juta atau 34,68 persen.
Meski demikian, tidak seluruh komoditas ekspor Sumsel mengalami pelemahan. Sejumlah produk justru mencatatkan peningkatan nilai ekspor dalam periode tersebut.
Bahan anyaman nabati menjadi komoditas dengan pertumbuhan tertinggi, yakni bertambah US$16,90 juta atau 109 persen. Kemudian pulp dari kayu meningkat US$15,76 juta atau 1,67 persen, sedangkan kertas dan karton naik US$14,01 juta atau 11,15 persen.
Di sisi lain, kinerja ekspor nonmigas pada September 2026 menunjukkan perkembangan positif. Nilainya meningkat dibandingkan September 2025 maupun Agustus 2026.
Baca Juga: Pemutihan Pajak Kendaraan Sumsel Berakhir, Pembayaran PKB Naik 28 Persen
Kenaikan bulanan tertinggi tercatat pada komoditas bahan bakar mineral dengan tambahan nilai ekspor sebesar US$33,03 juta.
Jika dilihat berdasarkan komposisinya, ekspor nonmigas Sumsel selama Januari-September 2026 masih didominasi tiga komoditas utama. Bahan bakar mineral, khususnya batu bara dan lignit, memberikan kontribusi sebesar 38,86 persen.
Selanjutnya, karet dan barang dari karet menyumbang 25,36 persen, sedangkan pulp dari kayu berkontribusi 22,98 persen terhadap total ekspor nonmigas.
Sementara itu, komoditas unggulan daerah lainnya, yakni biji kopi, turut menembus pasar ekspor. Sepanjang Januari-September 2026, nilai ekspor biji kopi tercatat sebesar US$343,16 ribu.
Meski demikian, kontribusi biji kopi terhadap total ekspor nonmigas masih relatif kecil, yakni sebesar 0,0082 persen.
Data tersebut memperlihatkan bahwa struktur ekspor Sumsel masih bertumpu pada sektor bahan bakar mineral, karet, dan pulp dari kayu.
Di tengah penurunan nilai sejumlah komoditas utama, peningkatan ekspor produk lainnya menjadi salah satu perkembangan yang turut mewarnai kinerja perdagangan luar negeri daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 4PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2 Kali Hari Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 5Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 6BSU Kemnaker Cair November 2026, Cek Syarat Penerima dan Besaran Bantuan
- 7Harga Emas Perhiasan Palembang Anjlok Hari Ini, Termurah Tembus Rp13,5 Juta per Suku
- 8Wali Murid di Palembang Diduga Dianiaya Dua Security Sekolah, Kepala Terluka hingga Dijahit
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







