Sumsel

7 Pemimpin Dunia Senang Trump Kalah Telak di Pemilu Sela AS: Pimpinan Tertinggi Iran Sampai PM Inggris

Septiyanti Dwi Cahyani | 5 November 2026, 21:00 WIB
7 Pemimpin Dunia Senang Trump Kalah Telak di Pemilu Sela AS: Pimpinan Tertinggi Iran Sampai PM Inggris
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. ANTARA/Xinhua

AKURAT. CO SUMSEL - Partai Demokrat resmi memenangkan suara dalam Pemilu Sela Amerika Serikat (AS) yang digelar Selasa (3/11/2026) waktu setempat.

Sejumlah kursi DPR dan Senat yang dikuasai Partai Republik berhasil direbut secara mengejutkan oleh Partai Demokrat.

Kemenangan Partai Demokrat ini menyingkirkan Partai Republik, yang menaungi Presiden Donald Trump, dari dominasi atas Kongres yang mereka kuasai selama dua tahun terakhir.

Baca Juga: ASN Palembang Diminta Maksimalkan Zakat, Infak dan Sedekah, BAZNAS Sudah Salurkan Rp12 Miliar

Kemenangan ini tak hanya mendapat sambutan baik dari anggota Partai Demokrat sendiri.

Sejumlah pemimpin negara-negara di dunia juga nampak menyuarakan kelegaannya atas kekalahan partai yang menaungi Presiden AS Donald Trump saat ini.

Siapa saja mereka? Berikut tokoh-tokoh yang menyambut baik hasil pemilu paruh waktu AS.

Baca Juga: BPS Catat 7,38 Juta Orang Masih Menganggur per Agustus 2026, Penduduk Bekerja Bertambah

PM Spanyol Pedro Sanchez

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez blak-blakan menyatakan hasil pemilu sela AS menunjukkan bahwa rakyat Amerika menentang kebijakan yang "memiskinkan rakyat".

"Kemarin, rakyat Amerika memberikan suara menentang kebijakan yang hanya bertujuan memiskinkan rakyat. Menentang kebencian. Menentang seksisme. Menentang penyangkalan perubahan iklim dan menentang hak istimewa kaum elite," tulisnya di media sosial X.

Baca Juga: Jokowi Pamerkan Ijazah SD hingga S-1 di Sidang, Ungkap Proses Cetak Skripsi Tahun 1985

Pemimpin Tertinggi Iran

Pemimpin Tertinggi Iran Motjaba Khamenei menyatakan hasil pemilu sela AS tanda kekalahan Negeri Paman Sam dan melemahnya negara adidaya itu.

"Kami berharap dominasi Setan Besar semakin cepat dan semakin pasti melemah," kata Khamenei yang merujuk kepada AS melalui pernyataan pada Rabu (4/11).

Dalam unggahannya di X, Khamenei bahkan menuturkan bahwa kesalahan perhitungan Trump untuk memicu perang dengan Iran malah menjadi bumerang yang melemahkan hegemoni Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Naik hingga Rp200 Ribu, Tembus Rp13,9 Juta per Suku

PM Norwegia Jonas Gahr Store

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store juga menyebut pemilu sela AS memperlihatkan sinyal politik yang kuat tentang perubahan arah di kalangan masyarakat.

"Saat ini muncul suara-suara dalam politik Amerika yang lebih dekat dengan kita daripada yang dianut Presiden dan pemerintahannya, misalnya dalam hal iklim dan lingkungan, serta dalam kebijakan luar negeri dan kebijakan bantuan pembangunan", katanya kepada Reuters.

Baca Juga: Samsung Ungkap Rahasia Galaxy Z Fold8 Bobot 201 Gram, Layar Lipat Lewati 100 Pengujian

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa juga mengatakan bahwa hasil ini "mengantarkan era baru dalam hubungan dunia."

"Partai Demokrat telah mengambil kendali atas Senat maupun DPR; rakyat Amerika telah bersuara dan terus bersuara seiring dengan berakhirnya seluruh pemilihan umum, dan menurut saya, hal ini benar-benar akan menghadirkan era baru dalam hubungan dunia," ujarnya kepada wartawan.

Baca Juga: Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Kamis 5 November 2026

PM Ceko Andrej Babis

Perdana Menteri Ceko Andrej Babis sementara itu menyoroti potensi terjadinya perselisihan alot di antara para pembuat kebijakan di Amerika Serikat.

"Saya pikir hasilnya sesuai harapan," ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Jalani Sumpah sebagai Saksi dalam Sidang Kasus Ijazah, Akui Sehat dan Siap Bersaksi

PM Polandia Donald Tusk

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk turut bersuara tentang hasil pemilu sela AS. Ia menyebut demokrasi saat ini "menang" Amerika.

"Hari ini, demokrasi menang di Amerika. Demokrasi itu luar biasa. Saya mencintai demokrasi. Demokrasi adalah hal yang sungguh indah. Dan seperti yang dikatakan oleh Presiden Donald Trump sendiri, tepat setelah pemilihan umum, Partai Demokrat telah melakukannya dengan baik, dan saya sangat setuju dengannya," ucapnya.

Baca Juga: Waspada! Ini 5 Modus Hacker Bobol WhatsApp, Jangan Sembarangan Berikan Kode Verifikasi

PM Inggris Andy Burnham

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham secara implisit juga menyambut keoknya orang-orang Trump di pemilu paruh waktu.

Burnham berujar hasil pemilu AS adalah pesan agar pemerintah dan parlemen fokus pada hal-hal yang benar-benar krusial.

"Menurut pandangan saya, itulah pesan yang disampaikan oleh para pemilih di AS: mari kita benar-benar memusatkan perhatian secara tajam pada masalah biaya hidup. Saya rasa di seluruh dunia pun ada kesadaran bahwa negara-negara tidak bisa mengatasi hal ini sendirian, apalagi jika terdapat perpecahan antarnegara," ucapnya.

Baca Juga: Hasil Pemilu Sela Amerika Serikat: Demokrat Menang Telak Kuasai Kongres AS, Bagaimana Nasib Trump?

Pemilu Sela AS telah berlangsung pada Selasa (3/11/2026).

Hitung cepat yang dilakukan New York Times sejauh ini menunjukkan Demokrat memenangkan 54 kursi di Senat, sedangkan Republik 44 kursi.

Sementara itu, dalam perebutan kursi di DPR, Demokrat meraup 238 kursi, jauh dari Republik yang hanya 147 kursi.

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Petir Melanda Sumsel Sepanjang Hari Ini

Kekalahan ini menjadi pukulan keras bagi Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik, bahkan skenario terburuk bagi presiden. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.