Sumsel

Samsung Ungkap Rahasia Galaxy Z Fold8 Bobot 201 Gram, Layar Lipat Lewati 100 Pengujian

Kurnia | 5 November 2026, 12:00 WIB
Samsung Ungkap Rahasia Galaxy Z Fold8 Bobot 201 Gram, Layar Lipat Lewati 100 Pengujian
Samsung Galaxy Z Fold8 (Samsung.com)

AKURAT.CO SUMSEL Samsung mengungkap sejumlah teknologi dan proses pengembangan Galaxy Z Fold8 yang hadir dengan desain lebih tipis dan ringan. Ponsel layar lipat tersebut memiliki bobot hanya 201 gram, dengan ketebalan 4,5 mm saat dibuka dan 9,7 mm ketika dilipat.

Di balik desain ramping tersebut, Samsung mengklaim telah melakukan berbagai pengujian untuk memastikan ketahanan perangkat. Galaxy Z Fold8 Series bahkan menjalani lebih dari 100 jenis pengujian validasi keandalan sebelum dipasarkan.

Pengujian tersebut mencakup ketahanan layar saat dilipat berulang kali, benturan akibat terjatuh, tekanan, kelembapan, hingga paparan partikel.

Samsung menegaskan, angka lebih dari 100 merujuk pada jumlah jenis pengujian yang dilakukan, bukan jumlah maksimal layar dapat dilipat.

Galaxy Z Fold8 Jalani Lebih dari 100 Pengujian Ketahanan

Pengembangan ponsel layar lipat memiliki tantangan tersendiri dibandingkan smartphone konvensional. Samsung harus memastikan layar, engsel, rangka, dan komponen internal dapat bekerja secara bersamaan tanpa mengurangi kenyamanan penggunaan.

Karena itu, pengujian Galaxy Z Fold8 tidak hanya berfokus pada kekuatan setiap komponen secara terpisah. Samsung juga mengevaluasi bagaimana seluruh bagian perangkat menghadapi tekanan ketika ponsel dibuka, ditutup, maupun digunakan dalam berbagai kondisi.

Baca Juga: Jokowi Jalani Sumpah sebagai Saksi dalam Sidang Kasus Ijazah, Akui Sehat dan Siap Bersaksi

Engsel, misalnya, harus mampu bergerak dengan lancar sekaligus menjaga perlindungan layar. Sementara rangka perangkat harus memiliki kekuatan yang memadai tanpa membuat bodi ponsel menjadi lebih tebal dan berat.

Samsung menyebut pengalaman mengembangkan delapan generasi ponsel lipat menjadi salah satu modal penting dalam proses tersebut.

Dari pengalaman itu, perusahaan dapat mengidentifikasi bagian-bagian yang berpotensi mengalami tekanan lebih besar. Hasilnya digunakan untuk memperkuat struktur perangkat sekaligus mengoptimalkan desain.

Meski demikian, rangkaian pengujian tersebut bukan berarti Galaxy Z Fold8 sepenuhnya kebal terhadap kerusakan. Pengguna tetap perlu menghindari benturan keras, tekanan berlebihan, dan paparan benda tajam pada layar.

Rahasia Galaxy Z Fold8 Punya Bobot 201 Gram

Untuk menghasilkan desain yang tipis dan ringan, Samsung melakukan optimalisasi terhadap sekitar 270 komponen serta lebih dari 180 jenis komponen pendukung.

Perubahan dilakukan pada berbagai bagian, mulai dari layar, engsel, rangka, hingga penataan komponen di dalam perangkat.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah Flex Titanium. Teknologi ini menggabungkan lapisan paduan titanium yang sangat tipis dengan pelat penyangga titanium yang diperkuat.

Menurut Samsung, penggunaan teknologi tersebut membantu mengurangi ketebalan modul layar hingga 10 persen. Material ini juga dirancang untuk mempertahankan kekuatan dan fleksibilitas layar ketika perangkat dilipat.

Sementara pada bagian rangka, Samsung menggunakan Advanced Armor Aluminum. Material tersebut dikembangkan untuk meningkatkan kekakuan struktur sekaligus membantu mencegah perubahan bentuk permanen tanpa menambah bobot secara berlebihan.

Optimalisasi juga dilakukan pada sistem pengelolaan daya dan panas. Samsung menyebut penggunaan arsitektur pengisian daya dual-path charging pada Fold8 dan Fold8 Ultra sebagai salah satu bagian dari pengembangan perangkat.

Spesifikasi Desain Galaxy Z Fold8

Dari sisi fisik, Galaxy Z Fold8 memiliki sejumlah spesifikasi yang menjadi perhatian, terutama pada bobot dan ketebalan bodinya.

Berikut rincian dimensi yang diungkap Samsung:

  • Bobot: 201 gram.

  • Ketebalan saat dibuka: 4,5 mm.

  • Ketebalan saat dilipat: 9,7 mm.

  • Teknologi layar: Flex Titanium.

  • Material rangka: Advanced Armor Aluminum.

  • Pengujian: Lebih dari 100 jenis pengujian validasi keandalan.

Samsung menjelaskan bahwa pengukuran ketebalan 4,5 mm saat perangkat dibuka tidak termasuk bingkai layar utama.

Melalui berbagai pengembangan tersebut, Samsung berupaya menghadirkan ponsel layar lipat dengan bodi lebih ringan tanpa mengabaikan aspek kekuatan dan keandalan.

Rangkaian proses ini juga menunjukkan bahwa membuat smartphone lipat menjadi tipis bukan sekadar memangkas ukuran perangkat, tetapi membutuhkan optimalisasi pada banyak komponen agar tetap dapat digunakan secara nyaman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia