Sumsel

Tak Hanya Perkebunan, 400 Perusahaan Tambang Diminta Ikut Atasi Karhutla

Kurnia | 6 November 2026, 20:00 WIB
Tak Hanya Perkebunan, 400 Perusahaan Tambang Diminta Ikut Atasi Karhutla
karhutla. - Foto: Kemenhut

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah meminta sekitar 400 perusahaan sektor pertambangan di Kalimantan Tengah ikut terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi bencana tersebut.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurrofiq, mengatakan pelibatan perusahaan tambang menjadi bagian dari upaya memperluas gotong royong dalam penanggulangan karhutla.

Sebelumnya, pemerintah telah melibatkan hampir 200 perusahaan dari sektor perkebunan dan kehutanan. Kini, perusahaan pertambangan juga diminta mengambil bagian dalam upaya tersebut.

"Yang dari sektor kehutanan dan sektor perkebunan terlibat hampir 200 pengusaha. Nah, hari ini yang kita undang ada 400 unit usaha di sektor pertambangan dan tadi telah menyatakan langkah-langkah tindak lanjut," kata Hanif, Jumat (6/11/2026).

Hanif menjelaskan, bentuk kontribusi perusahaan tambang masih akan dibahas lebih lanjut. Pemerintah akan berkoordinasi dengan asosiasi pertambangan dan Forum Kepala Teknik Tambang untuk merumuskan langkah yang dapat dilakukan.

Baca Juga: Buruh Usul UMP Sumsel 2027 Naik 7-10 Persen, Ini Pertimbangan Herman Deru

Pembahasan tersebut terutama menyasar perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Tengah. Nantinya, pelaksanaan dan pembagian peran perusahaan akan dikoordinasikan oleh pemerintah provinsi setempat bersama gubernur.

Selain memperkuat penanganan kebakaran, pemerintah juga menyiapkan langkah pencegahan agar wilayah rawan karhutla lebih siap menghadapi musim kering berikutnya.

Hanif menyebut, pemerintah bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah merencanakan normalisasi lahan serta pembangunan sumur bor permanen.

Pemerintah juga akan menyiapkan sejumlah titik pengambilan air atau intake di Sungai Kahayan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu menyalurkan air ke kawasan yang rawan kebakaran.

Menurut Hanif, sumur bor dan kanal yang ada juga akan diperkuat secara permanen setelah kebakaran selesai. Perencanaan teknisnya akan dilakukan bersama Badan Pengelola Mangrove dan Gambut Nasional.

"Begitu kebakaran usai, dalam waktu segera kita akan permanensikan sumur bor dan kanal-kanal itu melalui semenisasi. Kedua, kita akan desain dengan detail bekerja sama dengan Badan Pengelola Mangrove dan Gambut Nasional," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia