Sumsel

Hasil Pemilu Sela Amerika Serikat: Demokrat Menang Telak Kuasai Kongres AS, Bagaimana Nasib Trump?

Septiyanti Dwi Cahyani | 5 November 2026, 08:00 WIB
Hasil Pemilu Sela Amerika Serikat: Demokrat Menang Telak Kuasai Kongres AS, Bagaimana Nasib Trump?
Presiden AS Donald Trump - Alarabiya

AKURAT. CO SUMSEL - Partai Demokrat meraih kemenangan telak dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang digelar Selasa (3/11/2026) waktu setempat.

Sejumlah kursi DPR dan Senat yang dikuasai Partai Republik berhasil direbut secara mengejutkan oleh Partai Demokrat.

Kemenangan Partai Demokrat ini menyingkirkan Partai Republik, yang menaungi Presiden Donald Trump, dari dominasi atas Kongres yang mereka kuasai selama dua tahun terakhir.

Baca Juga: Tanda Rekening Siap Menerima Bansos PKH, BPNT Cair November 2026

Dengan berhasil merebut Kongres AS dari Partai Republik, maka kendali penuh atas DPR dan Senat ada di tangan Partai Demokrat, yang akan memberikan mereka wewenang untuk menghalangi agenda Trump dan menyelidiki dugaan korupsi selama dua tahun terakhir masa jabatannya.

Partai tersebut juga berjanji bergerak cepat menangani persoalan biaya hidup dan perang di Iran, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi di pemerintahan Trump.

Meski demikian, penguasaan Kongres tidak membuat Demokrat bebas menjalankan seluruh agendanya.

Baca Juga: Herman Deru Minta Perusahaan Tak Batasi Usia Pelamar Kerja, Keahlian Harus Diutamakan

Trump masih memiliki hak veto, sedangkan aturan di Senat memungkinkan Partai Republik menghambat berbagai rancangan undang-undang (RUU).

Lantas, bagaimana nasib Trump setelah ini?

Agenda 100 Jam Pertama

Pemimpin Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries telah menyiapkan agenda legislasi untuk 100 jam pertama setelah Demokrat mengambil alih DPR.

Baca Juga: Profil Letjen Ariyo Windutomo Plt KSP Pengganti Listyo Sigit

Fokus utamanya adalah keterjangkauan biaya hidup, isu yang mendominasi pemilu di tengah tingginya harga barang, perdebatan mengenai tarif, dan dampak perang Iran terhadap harga energi.

Demokrat ingin mengembalikan subsidi asuransi kesehatan dalam Affordable Care Act yang telah berakhir, membatalkan pemotongan anggaran Medicaid hampir 1 triliun dollar AS pada era Trump, menghapus tarif, serta mendorong berakhirnya perang yang memicu kenaikan harga bahan bakar.

Demokrat Bersiap Lakukan Penyelidikan

Dengan menguasai komite-komite Kongres, Demokrat dapat memanggil pejabat pemerintah, meminta dokumen, dan menggelar dengar pendapat terbuka.

Baca Juga: Jadwal Padat Menanti Sumsel United, Nasuha Siapkan Rotasi Pemain

Penyelidikan berpotensi menyasar bisnis dan transaksi mata uang kripto keluarga Trump, kontrak pemerintah yang melibatkan miliarder Elon Musk, pemangkasan lembaga federal, kebijakan imigrasi, serta pelaksanaan perang Iran.

Penanganan dokumen yang berkaitan dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein juga berpotensi diperiksa.

Kendati demikian, Gedung Putih tetap dapat menolak memberikan dokumen atau menghadirkan pejabat tertentu, sehingga perselisihan tersebut kemungkinan berlanjut ke pengadilan.

Baca Juga: PSEL Palembang Mulai Hasilkan Listrik 18,6 MW, Ditargetkan Beroperasi Penuh Desember

Di sisi lain, kemungkinan pemakzulan Trump untuk ketiga kalinya juga tetap terbuka, meski pimpinan Demokrat belum menyatakan akan mengambil langkah tersebut.

Senat bisa menghambat calon pilihan Trump

Kemenangan Demokrat di Senat juga memberi mereka kendali atas proses konfirmasi pejabat.

Mereka dapat menghambat calon anggota kabinet, hakim federal, bahkan kandidat untuk mengisi kekosongan di Mahkamah Agung. Namun, membuat undang-undang baru tetap menjadi tantangan.

Baca Juga: Zulhas Siapkan 380 Ribu Ton Beras Pecah, UMKM Kue dan Bihun Bisa Beli Rp11 Ribu per Kg

Sebagian besar legislasi membutuhkan sedikitnya 60 suara di Senat untuk melewati hambatan prosedural.

Trump juga dapat memveto RUU yang telah disahkan Kongres.

Untuk membatalkan veto tersebut, dibutuhkan dukungan dua pertiga suara di DPR dan Senat.

Baca Juga: Uang Pinjaman Rp33 Juta Tak Kunjung Dikembalikan, Pria di Palembang Lapor Polisi

Presiden AS itu tetap mempunyai kewenangan eksekutif luas dalam bidang imigrasi, perdagangan, dan operasi militer.

Bagaimana Nasib Trump?

Seusai kekalahan Partai Republik, Trump menunjukkan nada lebih lunak dengan memuji Demokrat karena melakukan pekerjaan yang baik.

Ia juga mengatakan kepada The New York Times bahwa dirinya menerima hasil pemilu dan berharap dapat bekerja sama dengan Demokrat, termasuk membuka peluang kompromi mengenai imigrasi.

Baca Juga: Ratu Dewa Dampingi Menko Pangan Salurkan Bantuan Beras di Palembang

Namun sebelumnya Trump pernah memperingatkan bahwa apabila Demokrat menguasai Kongres, dirinya akan memveto semuanya.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa dua tahun terakhir masa jabatan Trump berpotensi lebih banyak diwarnai pertarungan politik daripada kompromi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.