Sumsel

Kasus HIV/AIDS di Palembang Bertambah, 53 Orang Terdeteksi dalam Sebulan

Kurnia | 6 November 2026, 19:00 WIB
Kasus HIV/AIDS di Palembang Bertambah, 53 Orang Terdeteksi dalam Sebulan
Ilustrasi, obat HIV. - OpenAI

AKURAT.CO SUMSEL Sebanyak 463 kasus HIV/AIDS tercatat di Kota Palembang selama Januari hingga Oktober 2026. Temuan kasus baru paling banyak terjadi pada September dengan jumlah 53 kasus dalam satu bulan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, dari total tersebut sebanyak 422 orang terdiagnosis HIV, sedangkan 41 lainnya telah memasuki tahap AIDS.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang, Putri Damayanti, mengatakan temuan kasus HIV/AIDS masih bertambah setiap bulannya. Salah satu faktor yang memengaruhi jumlah temuan tersebut adalah pemeriksaan kesehatan yang terus diperluas.

"Setiap bulan penderita HIV/AIDS di Palembang terus bertambah. Hingga Oktober 2026, tercatat ada 463 kasus di Palembang," ujar Putri, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, skrining dilakukan terhadap sejumlah kelompok masyarakat, di antaranya calon pengantin, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki faktor risiko penularan HIV.

Putri menjelaskan, bertambahnya jumlah kasus yang terdeteksi tidak selalu berarti penularan meningkat dalam jumlah yang sama. Pemeriksaan yang semakin luas memungkinkan petugas menemukan orang yang sebelumnya tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi.

Baca Juga: Dokter di Palembang Tertipu Beli Mobil Online, Rp49,5 Juta Raib Usai Pelaku Pakai Foto Keluarga

Bahkan, sebagian orang baru mengetahui status HIV setelah menjalani pemeriksaan medis, meskipun sebelumnya tidak merasakan keluhan tertentu.

"Mereka baru tahu karena skrining oleh tenaga medis. Sebelumnya tidak tahu sama sekali," katanya.

Dari hasil pendataan Dinkes Palembang, kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL) menjadi salah satu kelompok dengan temuan kasus yang menonjol. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.

Di sisi lain, Putri mengingatkan bahwa orang dengan HIV tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari seperti masyarakat pada umumnya. Hal itu dapat dilakukan dengan menjalani terapi antiretroviral (ARV) dan mengonsumsi obat secara rutin sesuai anjuran tenaga medis.

Terapi yang dijalani secara konsisten dapat menekan jumlah virus dalam tubuh. Apabila jumlah virus berhasil ditekan hingga tidak terdeteksi, risiko penularan melalui hubungan seksual dapat dicegah.

Sementara itu, orang yang telah memasuki tahap AIDS membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Kondisi tersebut dapat disertai infeksi oportunistik, seperti tuberkulosis, pneumonia, dan infeksi berat lainnya.

Karena itu, Dinkes Palembang mengimbau masyarakat yang memiliki faktor risiko agar tidak menunda pemeriksaan. Deteksi dini diperlukan supaya seseorang dapat segera memperoleh penanganan dan menjalani pengobatan.

"Deteksi dini sangat penting agar bisa diobati dan mencegah penularan," jelas Putri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia