Pendaki Diduga Bawa Senapan ke Gunung Dempo, Brigade Lakukan Penelusuran dan Siapkan Sanksi Tegas

AKURAT.CO SUMSEL Sebuah video yang memperlihatkan dugaan rombongan pendaki membawa senjata laras panjang saat berada di kawasan Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, viral di media sosial.
Peristiwa itu kini menjadi perhatian Badan Registrasi Gunung Api Dempo (Brigade) yang langsung melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Video tersebut diunggah oleh seorang pendaki asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dalam keterangannya, ia mengaku mengalami pengalaman yang membuatnya merasa tidak nyaman ketika turun dari puncak Gunung Dempo.
Ia mengaku berpapasan dengan sekelompok pendaki yang diduga membawa senapan angin jenis PCP.
Baca Juga: Polda Sumsel Bongkar 96 Kasus BBM Ilegal, Sita 1,28 Juta Liter Minyak dan Tetapkan 129 Tersangka
Selain merasa khawatir melihat benda yang diduga senjata tersebut, rombongan pendaki juga mengaku menerima ucapan bernada kasar dari kelompok yang ditemuinya.
Unggahan itu pun memicu beragam respons dari masyarakat dan komunitas pecinta alam. Banyak warganet mempertanyakan keamanan jalur pendakian serta meminta adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas pendaki di kawasan Gunung Dempo.
Ketua Brigade Gunung Dempo, Dian Mari, mengatakan pihaknya telah mengetahui video yang beredar dan kini tengah melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi rombongan yang dimaksud.
"Kami sudah melihat video tersebut. Saat ini tim sedang mencocokkan data pendaki yang melakukan registrasi melalui pos resmi untuk mengetahui siapa rombongan yang dimaksud. Kami juga mengantisipasi kemungkinan mereka tidak melakukan pendaftaran sebelum mendaki," ujar Dian saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).
Menurut Dian, seluruh pendaki yang memasuki kawasan Gunung Dempo wajib mengikuti prosedur registrasi dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi menjaga keselamatan bersama serta kelestarian lingkungan.
Ia mengingatkan bahwa membawa benda atau peralatan yang berpotensi membahayakan sesama pendaki maupun satwa liar di kawasan hutan lindung merupakan pelanggaran serius.
"Kalau benar ada pendaki yang membawa senapan atau sejenisnya ke kawasan Gunung Dempo, tentu akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Kawasan ini merupakan hutan lindung dan habitat berbagai satwa yang dilindungi," tegasnya.
Brigade Gunung Dempo juga telah berkoordinasi dengan Polisi Kehutanan (Polhut) Kantor Pengelolaan Hutan Wilayah Dempo untuk memperkuat pengawasan dan mengantisipasi potensi pelanggaran di jalur pendakian.
Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas pendakian tetap berlangsung aman, nyaman, dan tidak mengancam kelestarian ekosistem Gunung Dempo yang menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki di Sumatera Selatan.
Dian juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan isi video yang beredar sebelum hasil penelusuran selesai dilakukan. Ia meminta siapa pun yang menemukan aktivitas mencurigakan selama berada di jalur pendakian untuk segera melaporkannya kepada petugas.
"Kami mengajak seluruh pendaki untuk mematuhi aturan yang berlaku dan bersama-sama menjaga keamanan serta kelestarian Gunung Dempo agar tetap menjadi destinasi yang aman bagi semua pengunjung," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 4Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 5Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 6Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 7Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 8Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








