Terungkap Hasil Autopsi Juliana Marins, Disebut Meninggal 20 Menit Setelah Jatuh di Jalur Neraka Rinjani

AKURAT. CO SUMSEL - Jenazah Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani pada Sabtu (21/6/2025) berhasil dievakuasi.
Proses evakuasi membutuhkan waktu hingga lima hari karena dengan cara yang kompleks ditambah medan yang sangat ekstrem.
Setelah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari tim basarnas, TNI, Polri, pendaki profesional juga relawan, jenazah Juliana pun dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.
Baca Juga: Ribuan Jemaah Haji Masih di Madinah, Kesehatan Diperketat Saat Tiba di Palembang
Hasil autopsi menunjukkan, Juliana meninggal karena mengalami luka parah akibat benturan keras di beberapa bagian tubuhnya.
Hal ini diungkapkan oleh Dokter Forensik dari RSUP Prof IGNG Ngoerah, Denpasar, Ida Bagus Putu Atit.
Atit mengatakan, Juliana mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh yakni tulang belakang, dada bagian belakang dan juga paha.
Baca Juga: Uang Rp 3,5 Juta di Laci Kasir Indomaret Palembang Raib Digondol Pencuri
Kondisi ini menyebabkan kerusakan organ dan pendarahan hebat.
Sehingga tim dokter forensik meyakini jika Juliana tak bisa bertahan lebih dari 20 menit setelah jatuh.
Seperti diketahui, Juliana Marins dilaporkan terjatuh ke jurang saat mendaki puncak Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun, Sabtu (21/6/2025).
Baca Juga: Gagalkan Tawuran Dini Hari, Polisi Tangkap Remaja Bersenjata Arit di Palembang
Lokasi jatuhnya berada di kawasan Cemara Tunggal yang juga dikenal paling ekstrem bahkan mendapat julukan Jalur Neraka oleh kalangan para pendaki.
Proses evakuasi sempat terkendala karena cuaca ekstrem dan kabut tebal.
Awalnya, tim SAR mendeteksi Juliana jatuh di kedalaman 400 meter pada Senin (23/6/2025).
Baca Juga: Layanan SIM dan SKCK Polrestabes Palembang Tutup Sementara Selama Libur Tahun Baru Islam
Namun, karena terkendala cuaca evakuasi tak bisa dilakukan pada hari itu.
Juliana akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Selasa (24/6) di kedalaman 600 meter dari titik Lost Known Position (LKP).
Setelah berhasil dievakuasi, pihak keluarga kemudian meminta dilakukan autopsi untuk mengetahui waktu kematiannya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 2Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 3iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 415 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 5Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia
- 8Ramalan Zodiak Aries Hari Ini 28 September 2026, Ada Peluang Finansial dan Tantangan dalam Hubungan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









