Selamatkan Jutaan Hektare Lahan Tua, Apkarindo Sumsel Desak Pemerintah Gulirkan Gernas Karet

AKURAT.CO SUMSEL Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan 9Sumsel) mendorong pemerintah pusat untuk segera mencanangkan Gerakan Nasional (Gernas) Peremajaan Karet.
Langkah ini dinilai sebagai satu-satunya solusi konkret untuk menyelamatkan jutaan hektare perkebunan karet rakyat yang kini dalam kondisi kritis akibat usia tua dan serangan penyakit.
Sekjen Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, menegaskan bahwa pada dasarnya petani sangat mendukung program peremajaan (replanting). Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa program tersebut harus realistis dan berpihak pada kondisi ekonomi petani di lapangan.
"Tanpa intervensi negara, peremajaan mandiri justru akan menjadi beban baru bagi petani. Kebun kita sudah tua, rentan penyakit, dan produksinya terjun bebas," ujar Rudi dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Untuk memastikan kesuksesan Gernas Karet, Apkarindo Sumsel mengusulkan lima komponen strategis yang mencakup penyediaan bibit unggul tahan penyakit, bantuan alat berat untuk pembukaan lahan tanpa bakar, serta pendampingan teknis bagi petani dari penanaman hingga penyadapan.
Baca Juga: Cegah Inflasi Pangan, Menu Makan Bergizi Gratis di Sumsel Bakal Disesuaikan pada 2026
Selain itu, diperlukan prioritas subsidi pupuk bagi sektor karet dan penguatan hilirisasi agar petani mampu mengolah lateks menjadi produk industri bernilai jual tinggi.
Salah satu poin krusial yang ditekankan Rudi adalah keberlangsungan hidup petani saat pohon karet belum bisa disadap (masa TBM). Mengingat pohon karet butuh waktu tahunan untuk menghasilkan, Apkarindo meminta pemerintah memfasilitasi bibit tanaman tumpangsari.
"Petani harus tetap makan selama proses replanting. Fasilitasi bibit tumpangsari seperti nanas, padi, jagung, atau kedelai sangat penting agar mereka tidak kehilangan pendapatan sementara," tegasnya.
Rudi menutup dengan pesan kuat bahwa peremajaan karet tanpa strategi hilirisasi adalah jalan buntu, begitu juga sebaliknya.
"Negara harus hadir secara utuh, jangan biarkan petani berjuang sendiri di tengah anjloknya produktivitas nasional," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 4Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 5Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 6Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 7Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 8Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








