Cegah Inflasi Pangan, Menu Makan Bergizi Gratis di Sumsel Bakal Disesuaikan pada 2026

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional akan melakukan penyesuaian komposisi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi preventif untuk menekan potensi inflasi pangan akibat melonjaknya permintaan komoditas tertentu di pasar.
Statistisi Ahli Madya Statistik Distribusi, Tituk Indrawati, mengungkapkan bahwa pengaturan ulang frekuensi penyajian protein hewani menjadi poin utama dalam kebijakan baru ini.
Dalam skema terbaru, sajian daging sapi dan ikan akan dibatasi frekuensinya guna menjaga stabilitas stok di daerah.
"Sebagai langkah awal pencegahan inflasi, Badan Gizi Nasional mengatur perubahan menu. Untuk daging ayam dan telur kini dijadwalkan dua kali seminggu, sementara daging sapi dan ikan masing-masing satu kali seminggu," jelas Tituk dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan gizi masyarakat dengan ketersediaan pasokan pangan di Sumsel, sehingga harga komoditas di pasar tetap terkendali.
Baca Juga: SPPG di Sumsel Masih Banyak yang Belum Bersertifikat, Dinkes Percepat Standar Keamanan Program MBG
Selain penyesuaian menu, pemerintah juga menyoroti ketersediaan fasilitas pendukung program. Saat ini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum di Sumsel dinilai masih belum mencapai target ideal.
Berdasarkan data yang ada, Sumsel membutuhkan setidaknya 800 unit dapur umum untuk mengaver seluruh wilayah. Namun, hingga saat ini baru tersedia sekitar 500 unit yang beroperasi.
"Tahun ini akan ada penambahan dapur umum secara bertahap. Kekurangan sekitar 300 unit lagi akan dikejar karena target kita adalah 800-an SPPG," tambah Tituk.
Tituk menjelaskan bahwa ekspansi dapur umum ini secara otomatis akan meningkatkan permintaan pasar terhadap komoditas pangan esensial, terutama ayam dan telur ayam ras.
Pemerintah khawatir jika permintaan skala besar dari ratusan dapur umum tersebut tidak dikelola dengan sistem distribusi yang ketat, hal itu dapat memicu lonjakan harga yang membebani masyarakat luas.
Oleh karena itu, pengaturan menu diatur sedemikian rupa agar tekanan terhadap satu jenis komoditas tidak terjadi secara bersamaan dalam frekuensi yang tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 35 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 75 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 8Enam Penerbangan di Bandara Palembang Terganggu, Jarak Pandang Hanya 500 Meter
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








