Harga Pangan di Palembang "Memanas" Jelang Nataru, Ayam dan Cabai Meroket di Atas Rp70 Ribu/Kg

AKURAT.CO SUMSEL Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), masyarakat Palembang mulai merasakan tekanan harga kebutuhan pokok.
Meskipun kenaikan belum merata, komoditas protein dan bumbu dapur menjadi yang paling terasa lonjakannya, dipicu kombinasi terbatasnya pasokan dan tingginya permintaan akhir tahun.
Harga ayam potong ras di pasar tradisional kini bertahan di kisaran Rp37 ribu hingga Rp39 ribu per kilogram.
Kenaikan yang lebih mencolok terjadi pada komoditas bumbu dapur, di mana harga cabai merah keriting dan beberapa jenis cabai lain telah menembus angka di atas Rp70 ribu per kilogram.
Paiman, seorang pedagang ayam di Pasar KM 5 Palembang, mengungkapkan bahwa faktor utama kenaikan harga ayam adalah pengetatan suplai dari pihak peternak.
Baca Juga: Apes! Gadai Motor ke Teman Sendiri, Pria Palembang Malah Kena Tipu
Distribusi ayam ke pedagang eceran dibatasi karena pasokan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar menjelang libur panjang.
“Sekarang ambil ayam tidak bisa banyak. Biasanya ratusan kilo, sekarang dibatasi. Dampaknya, harga sulit ditahan,” ujar Paiman, Senin (15/12/2025).
Kondisi hukum pasar pun berlaku, pasokan menurun sementara permintaan masyarakat di akhir tahun meningkat drastis, menyebabkan harga terdorong naik.
Tak hanya ayam, lonjakan harga bawang dan cabai juga disebabkan oleh gangguan pasokan. Dinas Perdagangan (Disdag) Palembang mencatat, cuaca ekstrem yang melanda daerah-daerah penghasil komoditas turut memengaruhi stabilitas harga di tingkat konsumen.
Meskipun harga menunjukkan tren naik, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) memastikan ketersediaan bahan pangan secara umum masih dalam kondisi aman.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi, menyebut bahwa kenaikan harga lebih disebabkan oleh faktor musiman, seperti cuaca hujan yang berdampak pada proses produksi dan kualitas komoditas, serta lonjakan permintaan pasar.
“Stok sebenarnya cukup, hanya ada tekanan sementara akibat cuaca dan peningkatan permintaan,” jelas Ruzuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 4Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 5Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 6Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 7Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 8Ramalan Zodiak Leo Hari Ini Jumat 30 Oktober 2026, Percintaan hingga Karier Jadi Sorotan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









