Sumsel

Perkembangan Perang Israel Iran dari Hari ke Hari, Konflik Makin Panas, Seruan Global Tak Didengar

St Shofia Munawaroh | 17 Juni 2025, 08:00 WIB
Perkembangan Perang Israel Iran dari Hari ke Hari, Konflik Makin Panas, Seruan Global Tak Didengar

AKURAT. CO SUMSEL - Konflik antara Iran dan Israel kian memanas dari hari ke hari.

Kedua negara diketahui saling adu serangan sejak Jumat (13/6/2025) lalu.

Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke lebih dari 12 lokasi di Iran.

Baca Juga: Menko Pangan Apresiasi Respons Cepat Gubernur Sumsel Dorong Penguatan Ekonomi Lewat Koperasi Desa

Serangan itu langsung dibalas Iran.

Yerussalem dan Tel Aviv langsung dibuat mencekam dan porak poranda tengah malam.

Hingga Senin (16/6/2025) atau masuk hari keempat, situasi masih terasa panas dan belum ada tanda-tanda akan mereda.

Berikut adalah rangkuman situasi perang Israel Iran dari hari ke hari:

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Berfluktuasi Sepanjang 2024, Muara Enim Unggul di Triwulan IV

13 Juni 2025: Israel Menyerang, Iran Membalas

Konflik dimulai dengan serangan dari Israel yang langsung mendapat balasan dari Iran pada hari itu juga.

Sasaran utama Israel adalah pusat pertahanan dan kemanan Iran seperti situs nuklir di Natanz dan Isfahan, pangkalan militer serta kediaman pejabat tinggi Iran di Teheran.

Baca Juga: Pelantikan Kepsek SD dan SMP Negeri Palembang Masih Tunggu Persetujuan Mendagri

Serangan ini menewaskan sejumlah toko penting di Iran termasuk Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) Hossein Salami dan Mohammad Bagheri dan sejumlah ilmuwan nuklir ternama di negara tersebut.

Selain merusak infrastruktur militer, serangan pada hari itu juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas publik dan menimbulkan korban sipil.

Tak butuh waktu lama bagi Iran untuk membalas, malam harinya mereka langsung meluncurkan lebih dari 150 rudal balistik dan 100 drone ke berbagai wilayah Israel.

Baca Juga: Usai Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Diminta Jalani Karantina Mandiri 21 Hari dan Isi Data Kesehatan

Sistem pertahanan udara Israel seperti Iron Dome harus bekerja ekstra keras untuk mencegat sebagian besar serangan, tetapi beberapa rudal masih berhasil menembus dan menyebabkan kerusakan signifikan, termasuk di ranah sipil. 

14 Juni 2025: Serangan Masih Berlanjut

Pada Sabtu (14/6/2025) Iran melanjutkan balasannya dengan meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone.

Baca Juga: Motor Mahasiswi Asal Lahat Raib Saat Bertamu di Kos Teman, Diduga Digondol Dua Pelaku

Hal serupa juga dilakukan dari kubu lawan, kali ini sasaran Israel adalah fasilitas penting tambahan di Iran, termasuk ladang gas South Pars dan Bandara Mashhad.

Jumlah korban pun terus bertambah, tekanan militer mulai meningkat.

Dunia meminta kedua negara mulai membuka ruang dialog.

Baca Juga: Pemprov Sumsel Larang Sementara Aktivitas Penambangan Sumur Tua, Fokus Inventarisasi untuk Regulasi Nasional

Namun, baik Israel maupun Iran sama-sama bersikap keras dan tidak menunjukkan tanda-tanda ingin menghentikan aksi militer mereka.

Terlebih, sejak awal Iran terus menggaungkan akan memberikan serangan balasan lebih menyakitkan kepada Israel. 

15 Juni 2025: Militer Barat Mulai Siaga

Baca Juga: Sidang Kasus Penembakan 3 Polisi di Way Kanan, Terdakwa Ungkap Aliran Dana Taruhan ke Korban

Iran sempat dikabarkan berusaha membuka ruang mediasi dengan Amerika Serikat guna menghidupkan kembali kesepekatan nuklir yang sempat runtuh.

Namun pembicaraan gagal terwujud karena AS memandang kondisi saat ini masih terlalu bergejolak untuk negoisasi.

Sementara itu, pihak Inggris mengumumkan pengiriman tambahan pesawat tempur ke Timur Tengah sebagai respons atas ancaman Iran terhadap instalasi militer Barat.

Baca Juga: Begal Ojol di Palembang Ditangkap Saat Tidur di Rumah, Polisi Amankan Pisau Tajam

Irak juga turut bereaksi dengan meminta Iran agar tidak menyerang pasukan Amerika yang berada di wilayahnya. 

16 Juni 2025: Situasi Kian Memanas

Baik Israel dan Iran sama-sama sesumbar melanjutkan operasi militer jika diperlukan.

Baca Juga: Mahasiswa Jadi Korban Copet di Pasar 16 Ilir, iPhone Raib dari Kantong Jaket

Serangan udara dan peluncuran rudal masih terjadi secara bergantian.

Seruan global untuk gencatan senjata terus datang dari berbagai negara, termasuk PBB, Uni Eropa, dan Arab Saudi.

Alih-alih mendengar, kedua negara seolah saling menunjukkan siapa yang paling kuat.

Baca Juga: Joncik-Arifa’i Resmi Dilantik, Fokus Jalankan 10 Misi Prioritas untuk Empat Lawang Madani Jilid II

Bagi Israel, ancaman nuklir Iran terlalu nyata untuk diabaikan.

Sementara bagi Iran, serangan Israel adalah bukti dominasi asing yang harus dihadapi dengan segala cara.(*) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.