Sumsel

Herman Deru Ungkap Warisan Terbesar Alex Noerdin bagi Sumatera Selatan

Kurnia | 26 Februari 2026, 13:00 WIB
Herman Deru Ungkap Warisan Terbesar Alex Noerdin bagi Sumatera Selatan
Herman Deru saat memimpin pelepasan jenazah Alex Noerdin.

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengenang almarhum Alex Noerdin sebagai tokoh besar di Sumsel.

Baginya, kepergian Alex Noerdin bukan sekadar kehilangan figur publik, melainkan hilangnya seorang pemimpin yang mempunyai karakter kuat dan konsistensi politik yang jarang ditemui.

“Kita bangga dengan tokoh ini, tokoh besar ini Pak Alex, yang selalu terngiang tentang konsistensinya dalam setiap langkah,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Salah satu hal yang paling membekas di benak Herman Deru adalah sikap konsisten almarhum dalam perjalanan politiknya. Ia menyoroti bahwa selama berkarier, Alex Noerdin tidak pernah berpindah partai.

Menurutnya, komitmen tersebut menjadi contoh nyata tentang loyalitas dan keteguhan sikap dalam dunia politik yang dinamis.

Baca Juga: Alex Noerdin Wafat, Tim Kuasa Hukum Ajukan Penghentian Perkara Sesuai Aturan KUHP

“Beliau tidak pernah berganti partai. Konsisten. Dari birokrat hingga akhir hayatnya, beliau masih mengabdi sebagai anggota DPR,” kata Herman Deru.

Sikap itu dinilai sebagai cerminan integritas dan dedikasi panjang terhadap pengabdian publik.

Deru juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program strategis yang telah dirintis selama kepemimpinan Alex Noerdin yang berlangsung dua periode atau 10 tahun.

“Saat ini estafet kepemimpinan ada pada kami. Program-program terbaik tentu akan kita lanjutkan. Yang masih relevan dengan kondisi saat ini juga akan kita teruskan,” ungkapnya.

Ia menyadari, kepemimpinan bukan sekadar melanjutkan jabatan, tetapi juga merawat fondasi pembangunan yang telah dibangun pendahulu.

Herman Deru mengatakan sulit untuk menentukan aspek mana yang paling penting dari warisan yang ditinggalkan almarhum.

Menurutnya, kontribusi Alex Noerdin mencakup pembangunan infrastruktur selain pembangunan mental dan sektor non-fisik lainnya.

“Sepuluh tahun memimpin tentu banyak sekali legacy yang ditinggalkan. Bukan hanya infrastruktur, tapi juga pembangunan mental dan non-fisik. Itu yang membuat beliau dikenang,” tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia