Usai Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Diminta Jalani Karantina Mandiri 21 Hari dan Isi Data Kesehatan

AKURAT.CO SUMSEL Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Palembang, Emmilya Rossa, meminta seluruh jemaah haji Debarkasi Palembang yang baru tiba di Tanah Air untuk melakukan karantina mandiri selama 21 hari.
Selain itu, mereka juga diminta mengisi data kesehatan melalui aplikasi Satu Sehat Health Pass (SSHP) yang telah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Imbauan ini merupakan upaya deteksi dini untuk mencegah penyebaran penyakit menular yang mungkin terbawa dari luar negeri.
“Kami minta semua jemaah untuk mengisi data SSHP melalui link https://sshp.kemkes.go.id. Tahun ini baru mulai diterapkan bagi jemaah haji Palembang. Aplikasi ini memang dikhususkan bagi pelaku perjalanan internasional,” ujar Emmilya, Senin (16/6/2025).
Pengisian SSHP dilakukan secara mandiri. Namun, bagi jemaah lanjut usia atau yang kesulitan menggunakan perangkat elektronik, dapat dibantu oleh ketua regu atau pendamping haji masing-masing.
Baca Juga: Sidang Kasus Penembakan 3 Polisi di Way Kanan, Terdakwa Ungkap Aliran Dana Taruhan ke Korban
Selain itu, Emmilya menegaskan pentingnya karantina mandiri setibanya jemaah di rumah masing-masing. Langkah ini sebagai tindakan pencegahan jika terdapat gejala penyakit seperti demam, batuk, pilek, atau sesak napas.
"Kami mengimbau agar mereka melakukan isolasi mandiri selama 21 hari. Jika muncul keluhan kesehatan, segera periksa ke fasilitas layanan kesehatan terdekat," jelasnya.
Sebelumnya, Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sumsel, Abdul Qudus, menyatakan seluruh jemaah haji yang tiba akan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari prosedur ketat kekarantinaan.
Menurut Qudus, proses skrining suhu tubuh dilakukan sebelum jemaah turun dari pesawat. Jika ditemukan adanya gejala mengarah ke penyakit menular, terutama COVID-19, maka akan langsung dilakukan tes antigen dan ditangani oleh tim dari Balai Kekarantinaan Kesehatan.
“Jika suhu tubuh tinggi atau ada gejala klinis lain, langsung diantigen. Kalau hasilnya positif atau kondisi tidak memungkinkan, jemaah akan dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 4Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 5Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 7Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 8Ramalan Zodiak Leo Hari Ini Jumat 30 Oktober 2026, Percintaan hingga Karier Jadi Sorotan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu






