Waspada Banjir dan Longsor, BMKG Sebut Musim Hujan di Sumsel Berlangsung Sampai Mei 2026

AKURAT. CO SUMSEL - Musim hujan di Bumi Sriwijaya nampaknya masih akan berlangsung cukup lama.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi selama periode tersebut.
Baca Juga: Dana Baru Terkumpul 25 Persen, Pembangunan Jembatan Muara Lawai Lahat Masih Terhambat
Terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) dan dataran rendah.
Sebaran Wilayah dengan Musim Hujan Lebih Panjang
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, Wandayantolis, menyatakan bahwa akhir musim hujan di Sumsel tidak terjadi secara bersamaan di seluruh daerah.
Baca Juga: Cemburu Buta, Pria di Palembang Diduga Aniaya Mantan Istri Siri Hingga Lebam
Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan topografi dan kondisi atmosfer lokal sehingga durasi musim hujan berbeda di setiap kabupaten/kota.
Lebih lanjut, Wanda menjelaskan jika musim hujan yang diprediksi berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026 tidak terjadi di semua wilayah Sumsel.
Peningkatan curah hujan hingga periode tersebut diprediksi di daerah-daerah yang dekat dengan aliran sungai dan dataran rendah.
Baca Juga: 55 Dapur MBG di Sumsel Terancam Disetop, Pemprov Beri Tenggat Lengkapi Sertifikat Sanitasi
Prediksi Potensi Bencana
Sementara itu, BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan awan dan pola angin yang memengaruhi distribusi hujan di Bumi Sriwijaya.
Peningkatan curah hujan diprediksi masih berpotensi terjadi sepanjang Februari hingga April 2026.
Baca Juga: Nilmaizar Tegaskan Misi Promosi, Sumsel United Anggap Putaran Ketiga sebagai Final
BMKG memperkirakan intensitas hujan berada pada kisaran 100 hingga 300 milimeter di beberapa wilayah strategis.
Curah hujan yang relatif tinggi tersebut memiliki dampak turunan yang perlu diantisipasi, seperti:
1. Genangan air di area pemukiman padat penduduk.
Baca Juga: Dukung Arahan Prabowo, Herman Deru Bakal Instruksikan Program 'Gentengisasi' di Sumsel
2. Banjir bandang akibat luapan sungai utama.
3. Tanah longsor, khususnya di wilayah dengan kontur tanah labil seperti di dataran tinggi Sumsel.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 4Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 5Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 6Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 7Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 8Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









