55 Dapur MBG di Sumsel Terancam Disetop, Pemprov Beri Tenggat Lengkapi Sertifikat Sanitasi

AKURAT.CO SUMSEL Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Sumatera Selatan terancam dihentikan operasionalnya jika tidak segera memenuhi standar kebersihan dan sanitasi.
Hingga kini, tercatat masih ada 55 SPPG yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), padahal dokumen tersebut menjadi syarat utama dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang, Nurya Hartika, mengatakan pihaknya telah memberikan tenggat waktu kepada pengelola SPPG untuk segera melengkapi sertifikat tersebut.
“Dari total 660 SPPG di Sumsel, masih ada 55 yang belum memiliki SLHS dan saat ini sedang dalam proses pemenuhan. Kami sudah mengeluarkan surat edaran sejak 27 Januari 2026 dengan batas waktu satu bulan,” ujar Nurya saat ditemui di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (9/2/2026).
Ia menegaskan, SPPG yang tidak mampu memenuhi persyaratan hingga batas waktu yang ditentukan akan dihentikan sementara operasionalnya, khususnya dalam penyaluran MBG.
“Jika belum juga melengkapi SLHS, maka operasionalnya akan dihentikan,” tegasnya.
Baca Juga: 659 Dapur MBG Sudah Beroperasi di Sumsel, Pemerintah Kebut Sisa Target 808 Unit
Dari ratusan SPPG yang tersebar di Sumsel, sebanyak 180 unit berada di Kota Palembang. KPPG pun terus mendorong percepatan pemenuhan standar guna memastikan keamanan pangan bagi para penerima manfaat program tersebut.
Sementara itu, menjelang bulan Ramadan, pola penyaluran MBG dipastikan akan mengalami penyesuaian. Mengingat penerima manfaat menjalankan ibadah puasa, menu yang disalurkan akan didominasi makanan kering dengan masa simpan lebih lama.
“Menu yang diberikan seperti abon, roti, susu, dan bahan makanan lain yang tetap memenuhi nilai gizi serta dapat bertahan satu hingga tiga hari,” jelas Nurya.
Meski demikian, petunjuk teknis pelaksanaan MBG selama Ramadan masih dalam tahap pembaruan. Pasalnya, tahun ini menjadi pengalaman pertama program tersebut berjalan bertepatan dengan bulan puasa.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, KPPG meminta setiap kepala SPPG berkoordinasi dengan pihak sekolah dan posyandu di wilayah masing-masing. Langkah ini dilakukan agar penyaluran bantuan gizi tetap efektif, tepat sasaran, dan tidak mengganggu aktivitas penerima manfaat.
Pemerintah berharap seluruh SPPG segera memenuhi standar yang ditetapkan sehingga program MBG dapat berjalan optimal sekaligus menjamin kualitas dan keamanan makanan bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 4Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 5Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 6Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 7Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 8Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









