Dua Pemuda di Palembang Ditusuk Teman Sendiri, Diduga Gegara Ponsel Hilang

AKURAT.CO SUMSEL Dua orang pemuda di Palembang menjadi korban penusukan oleh teman sendiri saat nongkrong di depan Hillside Resto & Cafe, Jalan Taman Kenten, Sabtu malam (26/7/2025), sekitar pukul 20.00 WIB.
Pelaku diduga menusuk keduanya karena tersinggung dituding menyembunyikan ponsel.
Korban yakni Renza Agustian (24), warga Jalan Sukawinatan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami dan Putra Agung Adrian (29), warga Jalan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Kejadian ini dilaporkan oleh kakak korban, Ardiansyah (35), ke Polrestabes Palembang pada Senin (28/7/2025).
Menurut keterangan Ardiansyah, penusukan terjadi setelah Renza kehilangan ponselnya saat nongkrong bersama beberapa teman, termasuk pelaku berinisial RK.
Baca Juga: Tragis! Pedagang Model Tewas Saat Ribut dengan Pria Gangguan Jiwa di Sukarami
Saat hendak pulang, Renza meminta Putra untuk menelepon nomor ponselnya dan terdengar suara dering dari dalam mobil milik RK.
“Setelah tahu HP adik saya ada di dalam mobil pelaku, mereka menanyakan, tapi malah diserang,” ujar Ardiansyah kepada petugas.
Pelaku yang tersulut emosi, langsung mengambil sebilah pisau dari dalam dashboard mobil dan menyerang Putra dan Renza secara membabi buta.
Putra mengalami luka tusuk di paha kanan, bahu kanan, punggung, dan kepala, sedangkan Renza mengalami luka di dada, lengan kiri, paha kiri, dan punggung.
Setelah melakukan penusukan, pelaku RK langsung melarikan diri. Kedua korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kapala SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Erwin, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan pihaknya telah menindaklanjutinya.
“Laporan sudah diterima dan kasusnya sedang ditangani oleh Unit Pidum Satreskrim untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Ipda Erwin.
Hingga kini, polisi masih memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









