Sumsel

Daftar 10 Negara Teraman Jika Perang Dunia III Terjadi, Indonesia Termasuk

St Shofia Munawaroh | 23 Juni 2025, 11:07 WIB
Daftar 10 Negara Teraman Jika Perang Dunia III Terjadi, Indonesia Termasuk

AKURAT. CO SUMSEL - Meningkatnya konflik geopolitik yang belakangan meningkat menimbulkan spekulasi terjadinya Perang Dunia III.

Spekulasi ini muncul setelah pecahnya kembali perang Iran dan Israel sejak 13 Juni 2025 lalu.

Ditambah bergabungnya Amerika Serikat ke pusaran konflik tersebut dengan ikut menyerang Iran.

Baca Juga: 4 Cara Menikmati Makanan Pedas agar Tetap Nikmat tanpa Bikin Perut Menderita

AS dilaporkan telah menghancurkan tiga situs nuklir Iran di Natanz, Esfahan dan Fordow menggunakan pesawat siluman B-2.

Masyarakat dunia pun bertanya-tanya, adakah negara teraman dan mungkin tak terkena dampak jika perang dunia III benar-benar terjadi.

Daily Mail, sebuah media Inggris kemudian merilis daftar negara yang mungkin tidak akan terkena dampak jika perang dunia III terjadi.

Baca Juga: AS Serang Fasilitas Nuklir Iran, Tuduhan Pelanggaran Hukum Internasional Mengemuka di PBB

Nama Indonesia disebut dalam salah satu daftar negara tersebut.

Selain itu, ada juga beberapa negara benua Eropa dan Amerika. Berikut rincian informasi lengkapnya:

1. Antartika

Baca Juga: Menilik Spesifikasi Pesawat Siluman B-2 Milik AS yang Hancurkan 3 Situs Nuklir di Iran

Meski bukan negara, Antartika disebut sebagai lokasi yang dianggap paling aman jika terjadi Perang Dunia III.

Tempat ini terkenal dengan pariwisata ekstrem, pemandangan alam indah, dan medan esnya.

Sehingga kecil kemungkinan banyak orang akan mengunjunginya jika konflik global terjadi karena lokasinya sebagai titik paling selatan di planet ini.

Baca Juga: Sinopsis Elio, Animasi Terbaru Disney yang Cocok Ditonton Anak Saat Libur Sekolah

2. Argentina

Argentina dianggap sebagai tempat yang paling memungkinkan untuk bertahan dari kelaparan setelah perang nuklir.

Penelitian menunjukkan bahwa pelepasan 100 bom nuklir dapat menghalangi sinar matahari dan mengakibatkan kelaparan serta gagal panen.

Baca Juga: Hujan Petir Diperkirakan Guyur Sebagian Sumsel Senin 23 Juni 2025

Sementara Argentina memiliki pasokan tanaman tahan penyakit yang melimpah, seperti gandum, menjadikannya tempat yang baik untuk ditinggali.

3. Bhutan

Karena letaknya yang terkurung banyak wilayah pegunungan membuat negara ini sangat aman dari dampak jika perang dunia III benar-benar meletus. 

Baca Juga: Jemaah Haji Asal OKI Wafat di Makkah, Disalatkan di Masjidil Haram

4. Fiji

Bagi yang ingin berada di negara terpencil saat perang pecah, Fiji bisa menjadi salah satu alternatifnya.

Negara kepulauan ini terletak di barat daya Samudra Pasifik, sekitar 2.700 mil dari Australia.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Palembang Melambat di Awal 2025, Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Lesu

Kurangnya strategi militer karena pasukannya hanya 6.000 orang juga membuat negara ini mendapat peringkat tinggi dalam Indeks Perdamaian Global.

Dengan sebagian besar wilayah berupa hutan lebat serta persediaan mineral dan ikan yang melimpah, Fiji menjadi tempat yang baik untuk dikunjungi selama Perang Dunia III. 

5. Greendland

Baca Juga: Aksi Curanmor Terekam CCTV di Sematang Borang Palembang, Pelaku Kabur dalam Hitungan Detik

Greenland dikenal terpencil, bergunung-gunung, dan netral secara politik.

Hal ini menjadikannya tempat berlindung yang ideal dalam keadaan darurat.

Dengan populasi sekitar 56.000 jiwa, pulau ini tidak mungkin menjadi sasaran negara adikuasa global mana pun.

Baca Juga: Viral Siswa SD di Tulungagung Berjoget dan Sawer Biduan Saat Perpisahan, Dinas Pendidikan Beri Teguran

6. Islandia

Selain letaknya yang sangat terpencil, Islandia tidak perlu khawatir akan ketergantungannya pada negara lain untuk mendapatkan sumber daya.

Hal ini dikarenakan Islandia memiliki cadangan air tawar, sumber daya laut, dan sumber energi terbarukan yang melimpah.

Baca Juga: Anak Kucing Persia Diduga Dicuri di Depan Rumah, Warga Palembang Minta Pelaku Kembalikan

Negara Nordik ini konsisten mempertahankan kebijakan netral dan tidak bergabung dalam aliansi militer besar seperti NATO. 

7. Selandia Baru

Jika diserang, daerah negara pegunungan itu menawarkan perlindungan yang sempurna bagi warganya.

Baca Juga: Sumsel Masuki Kemarau Bertahap, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Ditambah dengan lokasinya yang terpencil dan medan pegunungan yang terjal sekakin menambah lapisan pertahanan alami terhadap potensi invasi.

8. Swiss

Negara ini terkenal karena posisinya yang teguh dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan politik internasional selama hampir 200 tahun.

Baca Juga: Bukan Cuma Main Bola, Ini Cara Sumsel Bangun Kerja Sama OPD Tanpa Meja Rapat

Selain itu, Swiss juga dilindungi dengan baik oleh daerah pegunungannya, geografi yang terkurung daratan, dan banyak tempat perlindungan nuklir.

9. Indonesia

Menurut seasiastats, posisi menguntungkan Indonesia di tengah ketidakpastian global didasarkan pada kombinasi unik dari kebijakan luar negeri yang netral, keunggulan geografis, dan kekayaan sumber daya alam.

Baca Juga: Wiraswasta di Palembang Tertipu Konsumen, Motor Dibawa Kabur saat Antar Pesanan

Dimana kebijakan luar negeri Indonesia yang "bebas dan aktif" ini sangat menekankan kenetralan.

Sehingga memungkinkan Indonesia terhindar dari keterlibatan dalam aliansi militer yang bisa menyeretnya ke dalam konflik internasional.

10. Tuvalu

Baca Juga: Rumah Nenek Hawati di Palembang Ludes Terbakar, Diduga Api Bermula dari Atap Seng

Sebelumnya dikenal sebagai Kepulauan Ellice, Tuvalu terletak di Samudra Pasifik, di tengah-tengah antara Hawaii dan Australia.

Dengan jumlah penduduk yang sangat sedikit, hanya 11.000 jiwa, infrastruktur di sana sangat terbatas dibandingkan dengan negara-negara Barat terkemuka.

Dengan sumber daya alam yang juga sedikit, Tuvalu akan menjadi target yang tidak diinginkan jika terjadi Perang Dunia III.(*) 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.