Sejarah Panjang Konflik Thaliand Kamboja, Berlangsung Lebih dari Satu Abad

AKURAT. CO SUMSEL - Konflik antar negara Thailand dan Kamboja kembali memanas sejak pertengahan Juli 2025.
Insiden berdarah ini terjadi di dekat kompleks kuil Hindu Khmer Ta Muen Thom yang terletak di wilayah sengketa sepanjang perbatasan timur, sekitar 360 km dari ibu kota Bangkok.
Akibatnya, 14 orang dilaporkan tewas terdiri dari 13 warga sipil dan satu prajurit.
Baca Juga: Jadwal Film Bioskop Palembang Minggu 27 Juli 2025, Superheroes Fantastic Four Tayang di Semua Layar
Ini bukanlah pertama kalinya terjadi diantara kedua negara tersebut.
Hubungan antara Thailand dan Kamboja diketahui memang sudah sejak lama diwarnai pasang surut.
Terutama terkait sengketa wilayah perbatasan yang panjang dan berhutan lebat.
Baca Juga: Sebagian Sumsel Dilanda Hujan Ringan Hari Ini Sabtu 26 Juli 2025
Sejarah Panjang Konflik Kamboja Thailand
Konflik terkait perbatasan wilayah ini sudah terjadi sejak lebih dari 100 tahun lalu.
Yakni saat batas-batas kedua negara ditetapkan setelah penjajahan Prancis di Kamboja.
Baca Juga: PAD Sumsel 2025 Naik Jadi Rp11,12 Triliun, Pemprov Genjot Digitalisasi Pajak dan Reformasi Anggaran
Hubungan keduanya semakin tegang di tahun 2008 ketika Kamboja mencoba mendaftarkan sebuah kuil abad ke-11 yang berada di wilayah sengketa sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Langkah ini pun disambut protes keras dari Thailand
Ketegangan demi Ketegangan
Baca Juga: Mayoritas Warga Sumsel Bekerja Sebagai Karyawan, Pekerja Mandiri Capai Jutaan Jiwa
1958 dan 1961, Kamboja mengakhiri hubungan diplomatik dengan Thailand terkait sengketa Kuil Preah Vihear.
2003, Perdana Menteri Thailand saat itu, Thaksin Shinawatra, melancarkan Operasi Pochentong dengan mengirimkan pesawat militer untuk mengevakuasi semua warga negara dan diplomat Thailand dari Kamboja dan mengusir diplomat Kamboja sebagai balasan.
2008 dan 2011, bentrokan militer pecah di Kuil Preah Vihear.
Baca Juga: Mayoritas Warga Sumsel Bekerja Sebagai Karyawan, Pekerja Mandiri Capai Jutaan Jiwa
2009, Thailand menurunkan hubungan sebagai tanggapan atas dukungan Kamboja terhadap mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang saat itu sedang diasingkan.
Penyebab Ketegangan 2025
Pertempuran yang sedang terjadi saat ini berawal ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam bentrokan Mei 2025 lalu.
Baca Juga: Hotspot di Sumsel Tembus 1.137 Titik pada Juli, Tertinggi Sepanjang Tahun 2025
Hal ini memicu ketegangan antar negara dan menempatkan hubungan bilateral Thailand Kamboja mencapai titik terendah dalam lebih dari satu dekade.
Dalam dua bulan terakhir, kedua negara memberlakukan pembatasan di perbatasan satu sama lain.
Kamboja melarang impor dari Thailand seperti buah-buahan dan sayuran, serta menghentikan impor layanan listrik dan internet.
Baik Thailand maupun Kamboja juga telah memperkuat kehadiran pasukan di sepanjang perbatasan dalam beberapa minggu terakhir.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








