Belanja Daerah Dibatasi 30 Persen, Herman Deru Minta Pemda Sumsel Lebih Inovatif

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menyoroti tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah menyusul pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen.
Kondisi ini, menurutnya, menuntut kreativitas dan inovasi tinggi agar program pembangunan tetap berjalan optimal.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 dalam rangka penyusunan RKPD Sumsel 2027 di Griya Agung, Selasa (14/4/2026).
Dalam arahannya, Herman Deru menegaskan bahwa Sumatera Selatan saat ini tengah memasuki fase “metamorfosis”, di mana pola kepemimpinan dituntut lebih gesit, akseleratif, dan tetap akuntabel tanpa melanggar aturan.
“Belanja daerah kini dibatasi maksimum 30 persen. Kondisi ini menuntut inovasi dan improvisasi tinggi agar program strategis tetap berjalan maksimal,” tegasnya.
Baca Juga: Sumsel United Paceklik Kemenangan, Nil Maizar Soroti Faktor Keberuntungan dan Evaluasi Lini Belakang
Menurut Deru, keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang, melainkan tantangan untuk menghadirkan kebijakan yang lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah provinsi dan pusat dalam menjalankan program pembangunan.
“Provinsi ini adalah kepingan puzzle yang menyatukan kabupaten dan kota. Maka harus linear dengan pemerintah pusat,” ujarnya.
Selain persoalan anggaran, Deru juga memberi perhatian serius terhadap sektor pendidikan, khususnya kesejahteraan guru dan tenaga PPPK. Ia menilai kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh peran tenaga pendidik, terlebih di tengah momentum bonus demografi.
Tak hanya itu, Deru juga mendorong pemerintah pusat untuk memberikan ruang fleksibilitas bagi daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga daerah dapat lebih leluasa berinovasi.
“Target kita jelas, dengan biaya yang terbatas harus menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memberikan apresiasi atas kinerja Sumatera Selatan yang dinilai cukup impresif. Ia menyebut sejumlah indikator makro daerah menunjukkan tren positif, mulai dari inflasi yang terkendali hingga kapasitas fiskal yang kuat.
Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tetap dijaga dengan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 4Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 5Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 6Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 7Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 8Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









