302 Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumsel Belum Operasional Akibat Kendala Sertifikasi

AKURAT.CO SUMSEL Implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) belum berjalan sepenuhnya.
Pemerintah Provinsi mencatat sebanyak 302 titik dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih belum beroperasi karena belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, mengungkapkan bahwa dari total 808 titik SPPG yang tersedia, saat ini baru 506 dapur yang aktif melayani masyarakat. Sisanya masih tertahan pada tahap pemenuhan persyaratan kelayakan operasional.
"Masih ada dapur yang belum bisa beroperasi karena belum memenuhi standar, khususnya terkait SLHS. Ini menjadi perhatian kami agar segera dituntaskan," ujar Edward di Palembang, Rabu (24/12/2025).
Baca Juga: Pelayanan SKCK dan SIM Polrestabes Palembang Libur Natal, Cek Jadwalnya di Sini
Menurut Edward, kepemilikan SLHS bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kewajiban mutlak sesuai arahan Menteri Dalam Negeri. Sertifikat ini berfungsi sebagai jaminan bahwa proses pengolahan hingga penyajian makanan bagi peserta didik memenuhi standar kesehatan yang ketat.
Pemprov Sumsel menegaskan bahwa aspek kualitas dan keamanan pangan tidak boleh dikorbankan demi mengejar kuantitas titik layanan.
"Optimalisasi MBG tidak hanya soal jumlah dapur yang aktif, tetapi juga memastikan makanan yang disajikan aman dan layak konsumsi," tegasnya.
Hingga akhir tahun 2025, program MBG di Sumsel tercatat telah menjangkau sekitar 1,4 juta penerima manfaat.
Meski menunjukkan perkembangan signifikan, terutama di wilayah seperti Kota Palembang, Edward mengakui capaian tersebut masih perlu ditingkatkan.
Untuk mempercepat sertifikasi 302 dapur yang masih tersisa, Pemprov Sumsel telah melakukan langkah-langkah strategis,
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








