Sumsel

SPPG di Sumsel Masih Banyak yang Belum Bersertifikat, Dinkes Percepat Standar Keamanan Program MBG

Maman Suparman | 17 Januari 2026, 20:00 WIB
SPPG di Sumsel Masih Banyak yang Belum Bersertifikat, Dinkes Percepat Standar Keamanan Program MBG

AKURAT.CO SUMSEL Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan masih menghadapi tantangan serius di aspek keamanan pangan.

Dinas Kesehatan Sumsel mencatat, hingga pertengahan Januari 2026, masih terdapat 142 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sekitar 28 persen yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dari total 503 SPPG yang tersebar di berbagai daerah, baru 361 SPPG yang dinyatakan memenuhi standar higiene dan sanitasi. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena sertifikat SLHS merupakan prasyarat penting dalam menjamin kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat MBG.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumsel, Dedy Irawan, menegaskan bahwa percepatan penerbitan SLHS sangat krusial untuk mencegah potensi kontaminasi makanan, termasuk paparan bakteri berbahaya seperti Escherichia coli.

Baca Juga: Sembunyi di Kawasan Boom Baru, Pencuri Motor di Kalidoni Akhirnya Diringkus Polisi

“Masih ada SPPG yang belum memenuhi persyaratan, terutama pada hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan. Jika nilai IKL sudah di atas 80, proses penerbitan sertifikat bisa berjalan lebih cepat,” ujar Dedy, Jumat (17/1/2026)

Selain hasil IKL, proses sertifikasi juga mensyaratkan uji laboratorium terhadap sampel makanan dan air yang digunakan. Menurut Dedy, waktu tunggu hasil uji laboratorium turut mempengaruhi lamanya penerbitan SLHS.

Namun demikian, kendala paling dominan yang dihadapi pengelola SPPG adalah keterbatasan sarana dan prasarana penunjang, seperti ketersediaan air bersih yang layak konsumsi serta sistem pengolahan limbah yang belum memenuhi standar kesehatan lingkungan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Kesehatan Sumsel terus melakukan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan kepada pengelola SPPG. Upaya ini dilakukan agar seluruh dapur penyedia MBG dapat segera memenuhi standar dan beroperasi secara optimal.

“Target kami jelas, memastikan seluruh makanan yang disajikan dalam Program MBG aman, sehat, dan layak dikonsumsi oleh masyarakat,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia