Puluhan Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Sumsel Belum Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi

AKURAT.CO SUMSEL Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan (Sumsel) tengah mendapat sorotan.
Pasalnya, puluhan dapur penyedia makanan untuk siswa di sejumlah kabupaten belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi syarat utama dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan daerah, di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terdapat 35 dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang belum memiliki sertifikat, sementara di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) masih ada 17 dapur yang dalam tahap uji kelayakan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan OKI, Herry Yanrido, mengatakan keterlambatan penerbitan sertifikat tersebut dipicu oleh perubahan regulasi dari Kemenkes yang resmi diberlakukan sejak 1 Oktober 2025.
“Aturan baru ini memperketat proses verifikasi. Dulu kami sudah menerbitkan dua SLHS untuk dapur di OKI, tapi setelah regulasi baru terbit, sertifikat itu harus direvisi karena ada tambahan persyaratan teknis,” ujarnya, Rabu (8/10/2025).
Herry menjelaskan, sejumlah persyaratan tambahan kini wajib dipenuhi, termasuk kewajiban seluruh penjamah makanan memiliki sertifikat kompetensi, serta uji laboratorium terhadap air dan bahan pangan yang digunakan di dapur.
“Pemeriksaan air menjadi tantangan karena harus diuji di Palembang dan hasilnya baru keluar sekitar 10 hari,” jelasnya.
Ia menegaskan, sesuai edaran Kemenkes, seluruh dapur penyedia makanan program MBG wajib mengantongi SLHS paling lambat satu bulan sejak aturan baru diberlakukan.
Baca Juga: Ibu Rumah Tangga di Palembang Tertipu Beli Mobil di Facebook Marketplace, Uang Rp117 Juta Raib
Bila belum memenuhi ketentuan, penindakan akan menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, Deddy Wijaya, mengatakan pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap para pengelola dapur agar segera melengkapi dokumen dan memenuhi standar higiene yang ditetapkan.
“Langkah ini penting untuk memastikan keamanan pangan dan mencegah risiko keracunan selama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
Deddy menambahkan, standar SLHS meliputi berbagai aspek penting, mulai dari kebersihan lingkungan dan bangunan dapur, kondisi sanitasi air, keamanan bahan makanan, hingga kelayakan peralatan pengolahan.
“Kami menargetkan seluruh dapur di OKU dapat memenuhi persyaratan dalam waktu dekat agar program MBG bisa berjalan lancar tanpa kendala,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









