Sumsel

Midang Bebuke, Tradisi Unik Masyarakat OKI di Lebaran Ketiga

St Shofia Munawaroh | 1 April 2025, 08:00 WIB
Midang Bebuke, Tradisi Unik Masyarakat OKI di Lebaran Ketiga

AKURAT. CO SUMSEL - Ada satu tradisi unik yang dimiliki masyarakat Ogan Komering Ilir (OKI) di momen perayaan Idul Fitri seperti saat ini.

Tepatnya di momen lebaran ketiga dan keempat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Selasa 1 Maret 2025, Hujan Rata di Seluruh Sumsel

Tradisi ini disebut dengan Midang Bebuke atau arak-arakan pakaian adat.

Pada tradisi Midang Bebuke ini akan ada arak-arakan puluhan pasangan pengantin mengelilingi Sungai Komering dengan iringan musik jidur.

Baca Juga: Rahasia Memasak Ketupat Lezat dan Wangi untuk Sajian Istimewa Lebaran

Konon, tradisi ini sudah ada sejak abad ke 17.

Kisahnya bermula dari persyaratan pernikahan sepasang calon pengantin.

Baca Juga: Lonjakan Kendaraan di JTTS Selama Arus Mudik Lebaran 2025 Capai 140 Ribu, Peningkatan 70,61 Persen dari Hari Biasa

Di mana keluarga calon mempelai wanita meminta keluarga calon mempelai pria untuk menyediakan kereta hias yang dibentuk menyerupai naga.

Kereta ini digunakan untuk membawa kedua orang tua calon pengantin laki-laki yang bertandang ke rumah pengantin perempuan setelah prosesi Ijab Qabul.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Palembang Melonjak Jelang Lebaran 2025

Midang sendiri dibagi menjadi dua.

Ada Midang Begorok, arak-arakan yang menjadi bagian dalam prosesi pernikahan, sunatan atau acara sesekahan lainnya.

Baca Juga: Wali Kota Palembang Gelar Open House di Rumah Dinas, Terbuka untuk Umum Selama Dua Hari

Kedua, ada Midang Bebuke yakni arak-arakan yang digelar untuk memeriahkan perayaan Idul Fitri.

Midang bebuke juga disebut sebagai Midang Borge Siwe (Sembilan Marga).

Karena biasanya tradisi ini diikuti oleh seluruh marga yang ada di wilayah karisidenan. 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.