Harga Bahan Pokok di Palembang Melonjak Jelang Lebaran 2025

AKURAT.CO SUMSEL Harga berbagai kebutuhan pokok di Kota Palembang, mengalami lonjakan signifikan menjelang Lebaran 2025.
Kenaikan harga ini terjadi hampir di seluruh komoditas utama, termasuk bahan pangan pokok, sayur-mayur, dan kelapa parut yang menjadi kebutuhan penting masyarakat selama perayaan Lebaran.
Berdasarkan pantauan di pasar-pasar tradisional Kota Palembang, harga cabai merah keriting saat ini mencapai Rp 80.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah lebih tinggi di angka Rp 95.000 per kilogram.
Harga bawang merah dan bawang putih masing-masing berada di Rp 40.000 dan Rp 45.000 per kilogram.
Daging sapi, yang kerap menjadi menu favorit saat Lebaran, kini dibanderol dengan harga Rp 160.000 per kilogram.
Sedangkan daging ayam berada di angka Rp 34.000 per kilogram dan telur ayam dijual seharga Rp 28.000 per kilogram.
Baca Juga: Wali Kota Palembang Gelar Open House di Rumah Dinas, Terbuka untuk Umum Selama Dua Hari
Tidak hanya bahan pokok, harga sejumlah sayur-mayur juga mengalami peningkatan. Kentang dijual seharga Rp 16.000 per kilogram, buncis Rp 20.000 per kilogram, wortel Rp 12.000 per kilogram, dan kelapa parut yang biasa digunakan untuk membuat hidangan khas Lebaran dibanderol Rp 35.000 per kilogram.
Pedagang di Pasar 16 Ilir Palembang, Ridwan (45), mengatakan bahwa kenaikan harga ini sudah mulai terasa sejak sepekan terakhir.
Menurutnya, meningkatnya permintaan yang tidak seimbang dengan ketersediaan stok menjadi faktor utama penyebab lonjakan harga.
“Permintaan mulai naik karena banyak yang sudah persiapan untuk Lebaran, terutama bahan-bahan untuk memasak. Tapi stoknya tidak banyak, jadi harga juga ikut naik,” jelas Ridwan, Sabtu (29/3/2025).
Ia juga menyebut bahwa harga bahan pokok tersebut diperkirakan akan terus naik hingga puncaknya pada H-1 Lebaran.
“Biasanya H-1 itu permintaan paling tinggi. Kalau stok tidak mencukupi, harga bisa makin naik,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









