Sumsel

Razia HP Picu Kerusuhan, Gubernur Sumsel Bongkar Masalah Lebih Dalam di Balik Lapas

Maman Suparman | 10 Mei 2025, 16:45 WIB
Razia HP Picu Kerusuhan, Gubernur Sumsel Bongkar Masalah Lebih Dalam di Balik Lapas



AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, angkat bicara terkait insiden kerusuhan yang terjadi di Lapas Narkotika Kelas II A Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas.

Ia menyebut pemicunya bukan hanya soal razia ponsel, melainkan persoalan laten yang lebih dalam: over kapasitas dan tingginya angka pelanggaran hukum di wilayahnya.

Menurut Deru, larangan membawa HP ke dalam lembaga pemasyarakatan sejatinya sudah berlaku sejak narapidana pertama kali menjalani hukuman.

Oleh karena itu, ia menilai seharusnya keberadaan HP di dalam lapas tidak menjadi sesuatu yang perlu dirazia berulang-ulang jika aturan ditegakkan secara konsisten.

“Saya memonitor dari jalur informal, media sosial dan pemberitaan. Dari informasi yang saya terima, kerusuhan dipicu razia HP. Padahal HP itu memang dilarang masuk sejak awal,” kata Deru, Sabtu (10/5/2025).

Baca Juga: Diduga Marah Dibangunkan, Suami Siri di Palembang Nekat Aniaya Istri dengan Pisau Karter

Namun, Deru menilai bahwa akar persoalan yang memperparah situasi adalah kondisi Lapas di Sumsel yang mengalami kelebihan kapasitas hingga 200 persen secara keseluruhan.

Ia menegaskan akan segera menyampaikan kondisi ini kepada Kementerian Hukum dan HAM sebagai pihak berwenang atas pengelolaan pemasyarakatan.

“Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, tentu saya akan menyampaikan ke kementerian soal kondisi over kapasitas ini. Ini harus jadi perhatian,” ujarnya.

Lebih jauh, Deru meminta Badan Kesbangpol Sumsel untuk menelusuri dan mengklasifikasikan jenis-jenis pelanggaran hukum yang paling dominan dilakukan masyarakat hingga menyebabkan lonjakan jumlah warga binaan.

Ia menyebut pentingnya upaya preventif dari hulu untuk menekan angka kejahatan yang berujung pada penuhnya lapas.

“Jangan semata salahkan kondisi fisik gedung. Kita harus tahu penyebabnya. Apakah lebih banyak karena narkoba, atau pidana lain. Ini yang saya minta Kesbangpol kaji,” ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia