1.263 Kasus ISPA Tercatat di Sumsel dalam Sehari, Palembang Sumbang 463 Kasus

AKURAT.CO SUMSEL Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumatera Selatan (Sumsel) masih tergolong tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mencatat sebanyak 1.263 kasus baru dalam satu hari berdasarkan data yang dihimpun pada Kamis (29/10/2026).
Dari jumlah tersebut, Kota Palembang menjadi daerah dengan kasus ISPA tertinggi, yakni sebanyak 463 kasus.
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, mengatakan data tersebut ditarik melalui aplikasi DHIS2 setiap pukul 15.00 WIB setelah pelayanan puskesmas selesai.
"Kalau data kasus harian kemarin itu tercatat 1.263 kasus ISPA," kata Ira, Sabtu (31/10/2026).
Ia menjelaskan, jumlah kasus ISPA di Palembang mengalami penurunan dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 1.271 kasus. Artinya, terdapat penurunan sebanyak delapan kasus.
Meski demikian, Palembang masih menjadi daerah dengan jumlah penderita ISPA terbanyak di Sumsel.
Ira juga mengingatkan masyarakat usia produktif, terutama kelompok umur 18 hingga 45 tahun, agar tetap mewaspadai risiko ISPA.
Baca Juga: CFN Kol Atmo dan CFD Jembatan Ampera Belum Dibuka, Ini Alasan Pemkot Palembang
Kelompok usia tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena memiliki aktivitas lebih banyak di luar rumah sehingga berpotensi terpapar udara dengan kualitas buruk.
Selain itu, anak-anak, balita, ibu hamil, dan lanjut usia juga termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.
Meski kabut asap di sejumlah wilayah Sumsel mulai menipis, kualitas udara saat ini masih belum masuk kategori sehat. Karena itu, masyarakat diminta tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Dinkes Sumsel juga mengimbau warga memperbanyak konsumsi air putih dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat yang mengalami gejala berat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
"Untuk masyarakat, kalau beraktivitas di luar ruangan tetap menggunakan masker. Kemudian banyak minum air putih dan melakukan PHBS. Segera ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami kondisi yang berat," ujar Ira.
Sementara itu, layanan posko kesehatan masih beroperasi di sejumlah puskesmas. Dinkes Sumsel juga menyiapkan lima posko kesehatan tingkat provinsi yang masa operasionalnya mengikuti posko penanganan bencana BPBD.
Ira menyebutkan, posko kesehatan tingkat provinsi tersebut direncanakan beroperasi hingga 31 Oktober 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 4Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 5Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 6Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 7Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 8Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu






