BNNP Sumsel Amankan Puluhan Kilogram Sabu dan Ribuan Ekstasi Sepanjang 2025

AKURAT.CO SUMSEL Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan memaparkan capaian kinerja akhir tahun sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab publik.
Dalam laporan sepanjang tahun 2025, BNNP Sumsel mencatatkan keberhasilan melampaui target penanganan kasus narkotika di wilayah Bumi Sriwijaya.
Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Hisar Siallagan, mengungkapkan bahwa bidang pemberantasan dan intelijen berhasil mengungkap 37 berkas perkara. Angka ini mencapai 102,7 persen dari target awal yang ditetapkan sebanyak 35 berkas.
"Alhamdulillah, dari target 35 berkas, kami berhasil mengungkap 37 berkas. Sebanyak 33 berkas sudah dinyatakan lengkap atau P21, sementara 4 lainnya masih dalam proses penyelidikan mendalam," ujar Hisar saat memimpin rilis pers di Kantor BNNP Sumsel, Selasa (23/12/2025).
Dari puluhan kasus tersebut, petugas mengamankan total 37 tersangka, yang terdiri dari 35 pria dan 2 wanita.
Baca Juga: Motor Digembok Tetap Raib, Aksi Dua Maling Angkat Motor Mahasiswa di Palembang Terekam CCTV
Selain mengamankan puluhan tersangka, BNNP Sumsel juga menyita barang bukti narkotika dalam jumlah yang cukup signifikan. Sepanjang tahun 2025, petugas berhasil mengamankan sedikitnya 25,9 kilogram sabu, 7.177 butir pil ekstasi, serta 5,1 kilogram ganja kering.
Seluruh barang bukti tersebut disita dari tangan 37 tersangka sebagai hasil dari pengungkapan kasus yang dilakukan secara intensif di berbagai wilayah Sumatera Selatan."
Hisar menambahkan, pihaknya juga masih memburu 19 orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait jaringan narkotika di Sumatera Selatan.
Selain tindakan represif, BNNP Sumsel menekankan pentingnya strategi pencegahan dengan melibatkan masyarakat. Tercatat sebanyak 580 relawan anti-narkoba telah dikerahkan di seluruh wilayah Sumsel sepanjang tahun ini.
Menurut Hisar, narkoba adalah persoalan antara permintaan (demand) dan pasokan (supply). Peran relawan menjadi krusial untuk memutus rantai permintaan di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
"BNN tidak mungkin menjangkau seluruh lapisan masyarakat sendirian. Relawan adalah perpanjangan tangan kami untuk memberikan edukasi dan menyentuh hati masyarakat agar menjauhi narkoba," tegasnya. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









