Kakek Syahrul Babak Belur Dianiaya Perampas Bertopeng Dermawan, Kepala Sobek Hingga 8 Jahitan

AKURAT.CO SUMSEL Aksi kejahatan jalanan dengan modus pura-pura menawarkan bantuan kembali merenggut korban di Palembang.
Syahrul (75), seorang lansia, harus dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban perampasan disertai penganiayaan brutal di Jalan KH Balqi, Banten 2, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Kamis (20/11/2025) pagi.
Korban tak hanya kehilangan satu unit HP Samsung A03, tetapi juga menderita luka parah di wajah dan kepala akibat perlawanannya.
Putri korban, Shofia Laila (39), yang melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang pada Kamis malam, menceritakan detik-detik mengerikan yang dialami ayahnya.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, Syahrul sedang berjalan kaki menuju rumah adiknya. Tiba-tiba, ia dihampiri oleh seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor, menawarkan tumpangan.
"Awalnya itu ayah sedang berjalan kaki, mau ke rumah adiknya, di jalan dia dihampiri oleh seorang pria tak dikenalnya pakai motor, ditawari untuk diantar ke tempat tujuan. Ayah saya mau, dan naik ke motor itu," ujar Shofia di Polrestabes.
Namun, kebaikan palsu itu berubah menjadi petaka. Di tengah perjalanan, tepat di lokasi kejadian, pelaku menghentikan motornya dan langsung merampas HP Samsung A03 yang sedang dipegang oleh korban.
Meskipun sudah berusia senja, Kakek Syahrul sempat melakukan perlawanan untuk mempertahankan harta miliknya. Namun, pelaku yang diduga menggunakan senjata tajam langsung melayangkan serangan sadis.
"Menurut ayah, dia sempat melawan untuk mempertahankan Handphonenya, tapi terlapor itu langsung menganiaya ayah, sepertinya pakai senjata tajam," jelas Shofia.
Pelaku berhasil membawa kabur HP korban, meninggalkan Kakek Syahrul dalam kondisi berlumuran darah. Korban mengalami luka bengkak dan sobek parah di kepala hingga harus dijahit 8 jahitan, luka lebam di wajah, luka sobek di hidung, serta luka robek di kening dan pelipis matanya.
Beruntung, Kakek Syahrul berhasil meminta pertolongan warga sekitar dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Shofia Laila berharap laporannya segera ditindaklanjuti. "Ayah belum bisa buat laporan polisi, karena masih dirawat di Rumah Sakit. Saya berharap atas laporan yang saya buat ini, terlapor itu dapat ditangkap," tukasnya.
Panit SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Kosasih, membenarkan telah menerima laporan tersebut yang teregister dalam tindak pidana Pasal 368 KUHP (Perampasan disertai Kekerasan) dan/atau Pasal 351 KUHP (Penganiayaan).
"Ya, laporannya sudah kami terima, dan sudah kami serahkan ke piket Reskrim, untuk ditindaklanjuti penyelidikannya," tutupnya singkat. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







