Sumsel

Jelang Nataru, Balai Jalan Tangani Kerusakan di Jalur Palembang–Betung

Kurnia | 28 Oktober 2026, 19:00 WIB
Jelang Nataru, Balai Jalan Tangani Kerusakan di Jalur Palembang–Betung
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Balai jalan mulai menangani sejumlah titik kerusakan di ruas Palembang–Betung, Sumatera Selatan, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Perbaikan difokuskan pada jalan berlubang dan permukaan aspal bergelombang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Salah satu penanganan dilakukan di Kilometer (KM) 13 dengan metode scraping atau pemangkasan permukaan aspal yang mengalami alur memanjang (rutting). Pekerjaan ini bertujuan meratakan permukaan jalan agar kendaraan dapat melintas lebih aman dan nyaman.

Kepala Satuan Kerja PPK 1.3 PJN, Alfredo Lukman, melalui PPK 1.1, Teuku Zulhadi, mengatakan pemeliharaan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan titik yang membutuhkan penanganan segera.

Menurutnya, kerusakan berupa alur dan gelombang pada aspal dipengaruhi berbagai faktor, termasuk intensitas lalu lintas dan beban kendaraan berat yang melintas berulang kali.

Kerusakan jalan ditemukan di sejumlah titik, mulai dari perbatasan Kota Palembang hingga kawasan KM 68. Setelah penanganan di KM 13, pekerjaan pemeliharaan dilanjutkan ke kawasan KM 26.

Baca Juga: Korupsi Lampu Jalan Palembang, Ratu Dewa Tegaskan Tak Lindungi Pihak yang Terlibat

“Kalau rutting yang sudah tinggi, kita lakukan pemangkasan supaya permukaannya bisa rata kembali. Namun, kemungkinan kejadian ini akan berulang dalam waktu yang tidak terlalu lama, karena kondisi cuaca dan lintasan kendaraan berat sangat dominan di ruas jalan Palembang–Betung,” jelasnya.

Ia menjelaskan, metode pemangkasan dilakukan dengan mengurangi bagian permukaan aspal yang lebih tinggi. Karena itu, pekerjaan scraping tidak selalu diikuti pengaspalan ulang, sedangkan penanganan jalan berlubang disesuaikan dengan kondisi kerusakan di lapangan.

Berdasarkan pemantauan pihak balai jalan, sekitar 14 kilometer ruas Palembang–Betung masih membutuhkan penanganan akibat permukaan jalan yang bergelombang.

Pekerjaan akan dilaksanakan secara bertahap dengan mendahulukan titik yang mengalami kerusakan berat dan dinilai berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.

Namun, seluruh kerusakan belum tentu dapat ditangani sebelum libur Nataru. Keterbatasan anggaran dan waktu pelaksanaan menjadi pertimbangan dalam menentukan cakupan pekerjaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia