Sumsel

Diduga Sakit Sesak Napas Kambuh, Pria di Sako Ditemukan Tak Bernyawa dan Membusuk di Dapur, Sempat Dicari Keluarga Sejak Hari Rabu

Maman Suparman | 21 November 2025, 15:15 WIB
Diduga Sakit Sesak Napas Kambuh, Pria di Sako Ditemukan Tak Bernyawa dan Membusuk di Dapur, Sempat Dicari Keluarga Sejak Hari Rabu

AKURAT.CO SUMSEL Warga Perumahan Lembah Hijau, Sako, Palembang, dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki yang telah membusuk di dalam rumahnya, Kamis (20/11/2025) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Korban diketahui bernama Mulyadi (54), warga Jalan Lebak Murni Perum Lembah Hijau blok X No.4. Ia ditemukan dalam kondisi telungkup di lantai dapur, hanya mengenakan celana pendek.

Penemuan jenazah Mulyadi berawal dari kekhawatiran pihak keluarga. Berdasarkan informasi, korban terakhir terlihat aktif pada Selasa (18/11/2025) sore, setelah mengantar saksi HS pulang ke rumahnya sekitar pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya, pada Senin (17/11/2025), korban diketahui baru saja mengantar istri dan keluarganya ke rumah orang tua sang istri. Setelahnya, ia sempat membersihkan rumah bersama saksi HS.

Kecurigaan muncul pada Selasa sore, sekitar pukul 17.00 WIB, ketika istri korban, Emi, mencoba menghubungi suaminya namun tidak mendapatkan respons. Panggilan telepon terus dilakukan hingga Rabu, namun tetap nihil.

Baca Juga: Janji Kerja Palsu Berujung Petaka, IRT di Palembang Kehilangan Uang Rp1,4 Juta Sekaligus Motor Honda Revo Fit

"Pada hari Kamis (20/11/2025) sekitar jam 8 malam, istri korban bersama saksi Zubaidah dan Hariyanto kembali ke rumah," ungkap Kapolsek Sako, AKP Makmun Nartawinata, Jumat (21/11/2025).

Saat tiba, mereka mendapati pintu depan rumah tidak terkunci. Ketika masuk ke dalam, mereka menemukan Mulyadi sudah tak bernyawa dalam posisi telungkup di lantai dapur. 

Di dekat jenazah korban, petugas menemukan sebungkus balsem hot in cream, sebuah petunjuk yang menguatkan dugaan bahwa korban tengah berusaha mengatasi rasa sakit sesaat sebelum meninggal.

Kapolsek Sako menambahkan, keterangan dari istri korban, Emi, dan saksi HS menyebutkan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit.

"Menurut keterangan istri korban bahwa korban ini sering mengalami sesak napas dan sering minta dikerok oleh saksi HS," kata AKP Makmun.

Pihak keluarga, yang diwakili oleh Emi, menyatakan tidak bersedia dilakukan visum luar maupun dalam, dan telah membuat surat pernyataan resmi. Jenazah Mulyadi sendiri sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dimandikan, dan kini telah dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.

"Hingga saat ini jenazah sudah dikembalikan ke keluarganya," tutupnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia