Sumsel

Sejarah Panjang Perang Israel Vs Iran, dari Kawan Jadi Lawan

St Shofia Munawaroh | 14 Juni 2025, 17:15 WIB
Sejarah Panjang Perang Israel Vs Iran, dari Kawan Jadi Lawan

AKURAT. CO SUMSEL - Israel kembali melancarkan serangan ke Iran pada Jumat (13/6/2025).

Serangan ini menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk pemimpin Garda Revolusi Iran dan Ilmuwan-ilmuwan nuklir di negara tersebut.

Perdana Menteri Israel, Netanyahu mengatakan jika serangan militer negaranya kali ini memang ditargetkan pada situs nuklir di Natanz dan pos komando Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Baca Juga: Fakta-fakta Serangan Israel ke Iran yang Langsung Dapat Balasan, Tel Aviv Dibuat Mencekam Tengah Malam

Iran pun tak tinggal diam dan langsung melancarkan serangan balasan.

Tel Aviv dibuat mencekam tengah malam dengan serangan ratusan rudal yang sebagian bisa dicegat Israel.

Adu kekuatan dua negara itu sepertinya akan berlangsung, bahkan pemerintah Iran menyebut serangan Israel itu sebagai deklarasi perang dari negara zionis tersebut.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di H Abdul Rozak Palembang, Sopir Truk Klaim Tak Tahu Korban Terlindas

Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah panjang perang Israel dan Iran ini dimulai? 

Dari Kawan Jadi Lawan

Iran dan Israel diketahui telah bermusuhan selama beberapa dekade terakhir.

Baca Juga: Lima Daerah di Sumsel Tetapkan Status Siaga Darurat Asap, Banyuasin Jadi Wilayah Terbaru

Bahkan, Iran mengatakan ingin menghapus Israel dari peta dan mengancam akan memusnahkannya.

Di sisi lain, Israel juga menganggap Iran sebagai musuh terbesarnya.

Namun, fakta sejarah justru menunjukkan bahwa Iran dan Israel dulunya adalah sekutu.

Baca Juga: Maut di Jalan H Abdul Rozak, Terlindas Truk Usai Diduga Disenggol, Wanita Muda Tewas di Tempat

Bahkan, Iran disebut sebagai salah satu negara pertama yang mengakui Israel setelah didirikan tahun 1948.

Begitu juga dengan Israel yang menganggap Iran adalah sekutunya untuk melawan negara-negara Arab.

Hubungan baik terjalin diantara kedua negara ini setidaknya sampai Revolusi Islam Iran di tahun 1979.

Baca Juga: Vivo Siap Luncurkan X Fold5 Global 25 Juni 2025, Usung Desain Lebih Ringan dan Tangguh

Selama berhubungan baik, Israel sempat melatih para ahli pertanian Iran, memberikan pengetahuan teknis dan membantu membangun serta melatih angkatan bersenjatanya.

Sementara Iran membayar Israel dengan minyak, karena perekonomian Israel yang sedang berkembang membutuhkan bahan bakar.

Tak sampai di situ saja, Iran bahkan pernah menjadi rumah bagi komunitas Yahudi terbesar kedua di luar Israel.

Baca Juga: Bikin Si Kecil Makin Keren, Ini 5 Potongan Rambut Anak yang Stylish dan Kekinian

Namun setelah Revolusi Islam, banyak orang Yahudi meninggalkan negara tersebut dan hingga saat ini masih ada lebih dari 20.000 orang Yahudi tinggal di Iran.

Revolusi Islam Mengubah Hubungan Baik Iran Israel

Hubungan baik mulai berbalik arah saat Ayatollah Rohullah Khomeini dan kelompok revolusioner agama menduduki kursi kekuasaan.

Baca Juga: Waspada Kolesterol Tinggi! Ini 4 Makanan Alami yang Ampuh Turunkan Kadar Kolesterol

Ia memberikan kritik kerasnya pada Israel atas pendudukannya di wilayah Palestina dan membatalkan semua perjanjian sebelumnya dengan negara zionis tersebut. 

Pemimpin Iran saat ini, Ayatollah Ali Khamenei, yang memegang keputusan akhir dalam segala hal pun mengikuti para pendahulunya yang bersikap keras pada Israel. 

Khamenei dan seluruh pemimpin Iran juga berulang kali mempertanyakan dan menyangkal holocaust. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.