Sumsel

Investasi Sumsel Tembus Rp46,54 Triliun, Hilirisasi Sawit hingga Ikan Patin Digenjot

Kurnia | 5 November 2026, 22:00 WIB
Investasi Sumsel Tembus Rp46,54 Triliun, Hilirisasi Sawit hingga Ikan Patin Digenjot
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mendorong penguatan hilirisasi komoditas unggulan untuk menjaga pertumbuhan investasi.

Sejumlah sektor yang menjadi fokus pengembangan antara lain pengolahan kelapa sawit, ikan patin, kelapa, peternakan sapi potong, hingga budidaya udang vaname.

Upaya tersebut dilakukan setelah realisasi investasi Sumsel hingga kuartal III 2026 mencapai Rp46,54 triliun. Angka itu telah melampaui target sebesar Rp44,64 triliun atau mencapai 104,28 persen dari target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel, Lusapta Yudha, mengatakan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk ke daerah. Lebih dari itu, investasi diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal dan membuka lapangan pekerjaan.

"Investasi bukan hanya bicara besaran modal masuk ke Sumsel, tetapi bagaimana investasi bisa menciptakan nilai tambah dan memperkuat hilirisasi komoditas unggulan," ujar Lusapta, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, capaian investasi tersebut didukung sejumlah langkah pemerintah daerah, mulai dari pembentukan satuan tugas (task force) investasi, peningkatan kualitas penyiapan proyek, hingga memperluas promosi ke calon investor.

Pemprov Sumsel juga melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah negara. Langkah ini diharapkan dapat mendorong proyek-proyek yang telah disiapkan agar segera terealisasi melalui kemitraan dengan investor.

"Kami berharap proyek-proyek yang telah disiapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kemitraan konkret dengan calon investor," katanya.

Baca Juga: Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,06 Persen pada Triwulan III 2026, Melambat Dibanding Tahun Lalu

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel, Bambang Pramono, menyampaikan terdapat empat proyek hilirisasi komoditas unggulan yang tengah ditawarkan kepada investor.

Keempat proyek tersebut meliputi pengolahan kelapa, ikan patin, sapi potong, dan budidaya udang vaname. Total kebutuhan investasi untuk seluruh proyek diperkirakan mencapai 76 juta dolar AS.

Proyek-proyek tersebut juga memiliki estimasi tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI) berkisar 17,7 persen hingga 42 persen.

Adapun lokasi pengembangan proyek tersebar di sejumlah wilayah, yakni Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Bambang menjelaskan, pengembangan industri pengolahan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal. Sebab, sebagian hasil produksi daerah masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Hilirisasi diharapkan dapat memperkuat sektor pangan dan energi sekaligus memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

Sumsel sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2045. Untuk mencapai target tersebut, penguatan industri pengolahan dan peningkatan nilai tambah komoditas unggulan dinilai perlu terus dilakukan.

"Nilai tambah menjadi penting kalau kita ingin mencapai pertumbuhan yang ditargetkan. Pada 2045, target Sumsel sebesar 8 persen, maka perlu upaya hilirisasi," ujar Bambang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia