Sumsel

Bandara SMB II Palembang Siaga 24 Jam Selama Nataru, Prediksi Penumpang Capai 162 Ribu

Maman Suparman | 10 Desember 2025, 20:20 WIB
Bandara SMB II Palembang Siaga 24 Jam Selama Nataru, Prediksi Penumpang Capai 162 Ribu

AKURAT.CO SUMSEL Pengelola Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mengambil langkah antisipatif dengan memberlakukan jam operasional selama 24 jam penuh sepanjang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kebijakan ini diterapkan untuk menghadapi lonjakan penumpang dan memberikan fleksibilitas penuh bagi maskapai.

General Manager Bandara SMB II Palembang, R. Iwan Winaya Mahdar, menjelaskan bahwa perpanjangan jam operasional ini adalah bentuk kesiapan bandara.

"Sejatinya operating hours kita hanya 19 jam, namun selama masa Nataru ini kita terapkan 24.00 local time. Kami membuka seluas-luasnya, siap melayani pendaratan atau keberangkatan kapan pun sesuai kebutuhan maskapai," ujar Iwan, Rabu (10/12/2025).

Selain membuka operasional selama 24 jam, pihak bandara juga memperketat strategi pengamanan. Peningkatan keamanan dilakukan melalui penguatan pemeriksaan acak terhadap calon penumpang, kendaraan, dan barang bawaan.

Kerja sama intensif dilakukan dengan Lanud Sri Mulyono Herlambang untuk memastikan tidak ada gangguan keamanan.

Baca Juga: Modus Tawarkan Penginapan, Remaja 17 Tahun Korban Pelecehan Seksual Sopir Travel

"Kami menjamin semua orang dan barang yang memasuki area bandara dalam kondisi aman. Ini demi keselamatan seluruh pengguna jasa," tegas Iwan.

Bandara SMB II Palembang memproyeksikan adanya kenaikan jumlah penumpang sekitar 3 hingga 5 persendibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, jumlah penumpang selama masa operasional posko Nataru diperkirakan akan menembus angka 162.082 penumpang.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, satu maskapai telah mengajukan penerbangan ekstra (extra flight)untuk rute Palembang–Kuala Lumpur. Sementara itu, tiga rute domestik favorit di akhir tahun—Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdana Kusuma (Jakarta), dan Batam—juga menjadi fokus utama kesiapan keamanan ekstra.

Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih menjadi ancaman, pengelola bandara juga menyiapkan langkah mitigasi terperinci. Strategi ini melibatkan pembentukan Posko Siaga yang berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait, termasuk petugas dari TNI dan Polri.

"Harapan kami, tim gabungan ini dapat menjamin kelancaran arus transportasi udara selama puncak libur akhir tahun," tutup Iwan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia