Sumsel

Rupiah Tembus Rp18.175 per Dolar AS, Pengamat Sumsel Wanti-wanti Ancaman PHK

Kurnia | 28 Oktober 2026, 16:30 WIB
Rupiah Tembus Rp18.175 per Dolar AS, Pengamat Sumsel Wanti-wanti Ancaman PHK
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian nasional, termasuk di Sumatera Selatan (Sumsel).

Jika berlangsung berkepanjangan, kondisi tersebut dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat hingga memicu pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pengamat Ekonomi Sumsel, Sri Rahayu, mengatakan pelemahan rupiah dapat berdampak pada aktivitas industri dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut dia, tekanan terhadap nilai tukar yang berlangsung lama berpotensi membuat pelaku industri mengurangi produksi. Kondisi tersebut dapat berimbas pada tenaga kerja apabila perusahaan mengalami kesulitan mempertahankan kegiatan usahanya.

"Saat terjadi pelemahan rupiah yang berkepanjangan, potensi menekan daya beli masyarakat, menurunkan volume produksi industri, hingga memicu gelombang PHK massal," ujar Sri Rahayu, Rabu (28/10/2026).

Baca Juga: Hasil Sementara Pemilu Israel 2026, Blok Netanyahu Menang atau Kalah?

Selain berdampak pada sektor industri, pelemahan ekonomi juga berpotensi meningkatkan jumlah pengangguran apabila perusahaan mengurangi tenaga kerja atau menghentikan operasionalnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, menilai peningkatan pengangguran dalam skala besar dapat menimbulkan persoalan sosial, termasuk potensi meningkatnya tindak kriminalitas.

Ia mengingatkan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian apabila tekanan ekonomi terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat kehilangan pekerjaan maupun sumber penghasilan.

Wahyu juga menjelaskan, penurunan aktivitas perdagangan dalam jangka panjang dapat memengaruhi kondisi usaha dan penerimaan negara. Ketika transaksi ekonomi melemah, pendapatan pelaku usaha berpotensi turun sehingga kemampuan membayar kewajiban kredit ikut tertekan.

Situasi tersebut juga dapat memengaruhi kepercayaan investor dan memperlambat aktivitas perekonomian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia