Sumsel Berharap Transfer Pusat Kembali Diperkuat, Pemprov Siapkan Pembiayaan Kreatif

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berharap pemerintah pusat kembali memperkuat dukungan fiskal ke daerah, terutama melalui kebijakan transfer yang dapat menopang pembiayaan pembangunan.
Harapan tersebut disampaikan setelah pergantian Menteri Keuangan. Pemprov Sumsel masih menunggu arah kebijakan fiskal yang akan diterapkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan yang baru.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra mengatakan kebijakan Menteri Keuangan berkaitan dengan arah kebijakan nasional sehingga pemerintah daerah masih akan melihat perkembangan selanjutnya.
"Kalau menteri itu kan pasti kebijakan nasional, ya, jadi kita lihat saja nanti," kata Edward, Senin (14/9/2026).
Menurut Edward, penguatan kapasitas fiskal menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pemerintah daerah. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan dengan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Ratu Dewa Minta Orang Tua Bersabar, PJJ Palembang Menunggu ISPU Stabil
"Kalau daerah tentu perlu penguatan, internal daerah melalui PAD maupun juga penguatan dari transfer pusat, itu tentu harapan daerah," ujarnya.
Di sisi lain, Pemprov Sumsel menyadari pemerintah daerah tidak bisa sepenuhnya bergantung pada transfer pusat. Karena itu, daerah juga didorong untuk lebih aktif mencari sumber pembiayaan alternatif untuk mendukung pembangunan.
Edward mengatakan Sumsel akan mengoptimalkan berbagai potensi daerah yang dapat meningkatkan PAD sekaligus membuka peluang pembiayaan kreatif.
"Kita tetap daerah tentu berharap banyak, di samping itu kita didorong untuk bagaimana creative financing (pembiayaan kreatif) itu diupayakan daerah," katanya.
Pemprov Sumsel, lanjut Edward, akan terus mengembangkan potensi yang dimiliki daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat kemampuan fiskal.
Namun, ia berharap pemerintah pusat tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah saat menyusun kebijakan fiskal.
Menurutnya, dukungan transfer dari pusat masih menjadi salah satu faktor penting bagi daerah dalam menjaga kapasitas pembiayaan pembangunan.
"Sekali lagi kita berharap juga pusat bisa memikirkan daerah, untuk memberikan dari yang sekarang bisa lebih atau kembali seperti semula ya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 4Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 5Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 6Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 7Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 8Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







