Sumsel

Karhutla Sumsel Muncul Serentak, Petugas Temukan Pola Kebakaran yang Tak Biasa

Kurnia | 12 September 2026, 19:00 WIB
Karhutla Sumsel Muncul Serentak, Petugas Temukan Pola Kebakaran yang Tak Biasa
Karhutla yang terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (3/9/2026). (ANTARA/Puspen Mabes TNI)

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan menunjukkan pola yang membuat tim pemadam waspada.

Sejumlah kebakaran dilaporkan muncul pada waktu yang hampir bersamaan, bahkan api kembali terlihat di sekitar lokasi yang sebelumnya telah dipadamkan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan pola tersebut mulai terlihat sejak karhutla meningkat pada Juni 2026.

Menurutnya, kebakaran cukup sering terjadi menjelang akhir pekan hingga Minggu. Waktu munculnya api di sejumlah lokasi juga cenderung berdekatan.

"Kebakaran di Sumsel ini kejadiannya banyak terjadi sejak hari Jumat sampai Minggu. Jamnya pun mirip-mirip. Ini yang agak aneh pola kejadiannya," kata Ferdian, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga: Petugas Karhutla Wafat di Tengah Tugas, Gibran: Terima Kasih atas Jasa Beliau

Pola yang ditemukan tim tidak hanya berkaitan dengan waktu kejadian. Di lapangan, petugas juga mendapati api kembali muncul di sekitar lokasi yang sebelumnya telah dinyatakan padam.

Salah satunya terjadi di kawasan Jalan Lintas Sumatera Palembang-Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Tim Manggala Agni melakukan pemadaman sejak sore hingga api dinyatakan berhasil ditangani pada tengah malam. Namun, beberapa jam kemudian, titik api kembali bermunculan di lokasi yang berdekatan.

"Kemarin itu serentak dari sore sampai tengah malam, tuntas tengah malam tadi. Ini tadi jam 6 kejadian muncul lagi banyak barengan. Kayak ngerjain terus," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat petugas harus kembali melakukan penanganan di lokasi yang sebelumnya telah ditangani.

Baca Juga: Nenek 66 Tahun Ditemukan Bersimbah Darah di Plaju, Cucu Kandung Ditangkap 50 Menit Kemudian

Ferdian mengatakan kebakaran dengan pola serupa lebih banyak ditemukan di kawasan sekitar permukiman dan lahan tidur.

Sejumlah titik api juga berada tidak jauh dari fasilitas umum, termasuk ruas jalan tol dan jalan raya.

Meski mencurigai adanya pola tertentu, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran tersebut. Dugaan bahwa api sengaja dinyalakan juga masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut.

"Entah motifnya apa lagi, campur-campur, curiga bener ini apa motifnya," katanya.

Karena itu, tim masih melakukan penelusuran terhadap kejadian-kejadian tersebut untuk mengetahui penyebab maupun kemungkinan adanya keterkaitan antarkebakaran.

Ancaman karhutla di Sumsel juga dinilai belum berakhir. Berdasarkan prediksi cuaca yang menjadi acuan tim, musim hujan diperkirakan baru mulai datang pada November 2026.

Artinya, masih ada waktu sekitar dua bulan yang perlu diwaspadai karena kondisi lahan masih berpotensi kering dan mudah terbakar.

"Kejadian kebakaran masih masif, apalagi kondisi kemarau masih dua bulan lagi," kata Ferdian.

Kekhawatiran juga muncul karena masih terdapat sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan karhutla, tetapi belum mengalami kebakaran pada musim kemarau tahun ini.

Menurut Ferdian, kondisi tersebut tidak berarti kawasan tersebut aman. Justru potensi munculnya titik api baru masih harus diantisipasi.

"Yang terbakar sekarang memang langganan, tapi masih banyak lagi yang belum terbakar. Ini jadi perhatian bersama karena musim kemarau belum berakhir," ujarnya.

Tim Manggala Agni pun terus melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah wilayah rawan untuk mencegah kebakaran meluas, sekaligus mengantisipasi kemunculan titik api baru.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia