Hotspot di Sumsel Melonjak Jadi 147 Titik, Muba Paling Banyak, BPBD Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Jumlah titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan melonjak tajam di tengah puncak musim kemarau..
Berdasarkan hasil pemantauan pada Selasa (28/7/2026), tercatat 147 hotspot tersebar di berbagai wilayah. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam pemantauan harian sepanjang Juni hingga Juli 2026.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, mengatakan lonjakan hotspot menjadi sinyal meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di daerah yang memiliki lahan gambut.
"Pada 28 Juli terpantau ada 147 hotspot di Sumsel. Ini merupakan jumlah hotspot harian tertinggi sepanjang Juni hingga Juli tahun ini. Daerah yang paling banyak terdeteksi berada di Muba, Muara Enim, Lahat, dan Ogan Ilir," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Berdasarkan data BPBD Sumsel, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 28 titik, delapan di antaranya berada di lahan gambut.
Posisi berikutnya ditempati Muara Enim dan Banyuasin yang masing-masing mencatat 21 hotspot. Di Banyuasin, delapan titik terpantau berada di lahan gambut, sedangkan di Muara Enim terdapat satu titik di kawasan gambut.
Selanjutnya, Kabupaten Lahat mencatat 17 hotspot, disusul Ogan Ilir dengan 16 titik. Sementara titik panas lainnya tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Menurut Sudirman, meningkatnya jumlah hotspot tidak terlepas dari kondisi cuaca yang semakin kering seiring masuknya puncak musim kemarau. Vegetasi yang mengering membuat lahan lebih mudah terbakar apabila muncul sumber api.
Secara akumulatif, sepanjang 1 hingga 28 Juli 2026, jumlah hotspot di Sumatera Selatan telah mencapai 1.548 titik, menjadi angka bulanan tertinggi sepanjang tahun ini.
Dari jumlah tersebut, Muba masih menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 320 titik, disusul Muara Enim sebanyak 210 titik, serta Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 162 titik.
Sementara sejak Januari hingga 28 Juli 2026, total hotspot yang terdeteksi di Sumatera Selatan mencapai 3.397 titik. Muara Enim menjadi wilayah dengan akumulasi tertinggi sebanyak 576 titik, diikuti Muba dengan 529 titik.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Sumsel bersama instansi terkait akan meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah yang rawan terjadi karhutla guna mencegah munculnya kebakaran yang lebih luas.
"Kami akan terus meningkatkan patroli serta pemantauan di daerah-daerah rawan seiring meningkatnya jumlah hotspot," kata Sudirman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 6Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 7Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 8Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu






