AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi Sumatera Selatan (Sumsel) menjelang musim kemarau 2025.
Sebanyak tujuh kabupaten di provinsi ini masuk dalam zona rawan karhutla dan mendapat perhatian khusus dari Kementerian Kehutanan.
Daerah-daerah yang dinilai paling rentan meliputi Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Banyuasin, Ogan Ilir, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara (Muratara).
Ketujuh wilayah ini dikenal sebagai "langganan" karhutla setiap tahun, terutama karena luasnya lahan gambut yang mudah terbakar saat kemarau panjang.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Ferdian Kristanto, mengungkapkan bahwa langkah antisipasi telah dimulai sejak April lalu, bahkan saat sebagian wilayah masih dilanda hujan.
“Wilayah gambut seperti OKI dan Muba menjadi titik krusial. Begitu juga dengan Ogan Ilir yang berada di jalur strategis jalan lintas dan tol. Kita harus bersiap dari sekarang,” ujar Ferdian, Senin (12/5/2025).
Baca Juga: DKPP Sumsel Imbau Warga Waspadai Hewan Kurban Tak Layak Jual di Pinggir Jalan
Meski curah hujan masih tercatat di beberapa kawasan, tren suhu panas dan minimnya hujan mulai terasa di sejumlah daerah lainnya. Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran, terutama akibat tumpukan bahan organik kering seperti daun dan ranting.
“Sejumlah wilayah mulai menunjukkan tren hari tanpa hujan yang makin panjang. Ini menjadi sinyal peringatan untuk semua pihak agar bersiap siaga,” katanya.
Untuk menekan potensi karhutla, pemerintah pusat dan daerah telah menggiatkan patroli terpadu sejak awal tahun. Penambahan personel, peralatan, dan pemetaan wilayah rawan menjadi bagian dari strategi pencegahan.
Dalam waktu dekat, pembentukan Satgas Karhutla juga akan dilakukan, bersamaan dengan penetapan status siaga darurat di beberapa kabupaten.
“Kami tidak ingin kecolongan. Api kecil sekalipun harus segera ditangani karena bisa meluas dengan cepat. Apalagi, prakiraan menunjukkan kemarau tahun ini bisa lebih panjang dari tahun lalu,” tegas Ferdian.
Ia berharap kolaborasi antarinstansi, masyarakat, dan pihak swasta bisa memperkuat upaya pengendalian karhutla.
“Dengan sinergi yang kuat dan kesadaran bersama, kita yakin Sumsel bisa melewati musim kemarau ini tanpa kejadian besar,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 4Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 5Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 7Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 8Wali Murid di Palembang Diduga Dianiaya Dua Security Sekolah, Kepala Terluka hingga Dijahit
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








