Bawaslu Sumsel: Pengawasan yang Ketat Bukan Sekadar Formalitas

AKURAT.CO SUMSEL Dalam fase penting kampanye calon kepala daerah, pengawasan pemilu menjadi sorotan utama untuk memastikan keadilan dan integritas dalam proses pemilihan.
Ketua Bawaslu Sumsel, Kurniawan, menekankan bahwa pengawasan yang ketat bukan sekadar formalitas, melainkan suatu tanggung jawab yang harus dijalankan dengan serius.
“Setiap langkah dalam proses kampanye hingga pemungutan suara perlu diawasi secara jelas dan terukur. Kami diharapkan tidak hanya mampu mendeteksi pelanggaran, tetapi juga untuk menanggapi setiap penyimpangan dengan tegas dan adil,” ujarnya, Rabu (2/101/2024).
Kampanye sering kali diwarnai dengan potensi pelanggaran, seperti politik uang, kampanye hitam, dan penyalahgunaan fasilitas negara.
Oleh karena itu, Bawaslu berkomitmen untuk melakukan pengawasan yang lebih intensif di kabupaten dan kota untuk mencegah terjadinya praktik-praktik yang merugikan demokrasi.
Baca Juga: Jumlah Hotspot di Sumsel Capai 3.684 Selama Januari-September 2024
Kurniawan menegaskan bahwa pengawasan yang efektif akan berdampak langsung pada kualitas kepemimpinan yang terpilih. Pemimpin yang dihasilkan dari proses yang bersih dan transparan diharapkan dapat lebih berkomitmen dalam melayani masyarakat dengan adil dan bertanggung jawab.
“Inti dari demokrasi adalah memilih pemimpin yang dapat menciptakan perubahan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kurniawan mengingatkan pengawas pemilu untuk terus menjalankan tugas dengan profesionalisme dan integritas. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









