Sumsel

Inflasi Sumsel 0,49% Secara Tahunan, Kabupaten OKI Tertinggi

Maman Suparman | 4 Maret 2025, 16:00 WIB
Inflasi Sumsel 0,49% Secara Tahunan, Kabupaten OKI Tertinggi

AKURAT.CO SUMSEL Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 0,49% pada Februari 2025, lebih rendah dibandingkan Januari 2025 yang tercatat 0,92%.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi di Sumsel, yakni mencapai 1,25%, sementara Kota Lubuk Linggau mencatat inflasi terendah sebesar 0,16%.

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto menjelaskan bahwa secara tahunan terdapat delapan kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga dan tiga kelompok yang mengalami penurunan.

“Kelompok yang memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi pada Februari (year-on-year) adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan sumbangan mencapai 0,84%,” ujar Wahyu, Selasa (4/3/2025).

Beberapa komoditas utama yang mendorong inflasi tahunan di Sumsel adalah emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai rawit, dan sigaret kretek mesin. Komoditas ini mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan di berbagai daerah.

Sementara itu, secara bulanan (month to month/mtm), Sumsel mengalami deflasi sebesar 0,41%, lebih dalam dibandingkan Januari yang mencatat deflasi 0,36%.

Baca Juga: Sumsel Alami Deflasi 0,41% di Februari: Apa Penyebabnya?

Kelompok pengeluaran yang paling besar memberikan andil terhadap deflasi Februari adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, dengan kontribusi sebesar 0,46%. Faktor utama yang mempengaruhi deflasi ini adalah adanya diskon tarif listrik yang masih berlangsung hingga Februari 2025.

“Berdasarkan catatan peristiwa kita, diskon tarif listrik yang masih berlaku memengaruhi perubahan indeks harga di Sumsel,” jelas Wahyu.

Selain itu, beberapa komoditas lain yang turut menyumbang deflasi antara lain cabai merah, daging ayam ras, tomat, dan bawang merah.

Wahyu menambahkan bahwa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar hampir di seluruh kabupaten/kota di Sumsel adalah emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, angkutan udara, dan bensin.

Sementara penyumbang deflasi utama adalah tarif listrik, cabai merah, daging ayam ras, tomat, dan bawang merah.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia