Sumsel Alami Deflasi 0,41% di Februari: Apa Penyebabnya?

AKURAT.CO SUMSEL Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan bahwa pada Februari 2025, provinsi ini mengalami deflasi sebesar 0,41% secara bulanan (month-to-month/mtm).
Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/yoy), Sumsel mencatat inflasi sebesar 0,49%, lebih rendah dibandingkan Januari 2025 yang tercatat sebesar 0,92%.
"Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tingkat inflasi tahunan mengalami kecenderungan menurun. Deflasi yang terjadi pada Februari ini lebih dalam dibandingkan Januari yang sebesar 0,36%," ujar Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, dalam laporan statistik yang dirilis, Senin (3/3/2025).
Berdasarkan kelompok pengeluaran, sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi kontributor terbesar terhadap deflasi Februari dengan andil sebesar 0,46%.
Salah satu faktor utama adalah adanya diskon tarif listrik yang masih berlangsung hingga Februari 2025, yang berdampak pada penurunan indeks harga di Sumsel.
Baca Juga: Selama Puasa, Siswa di Palembang Akan Mendapatkan Takjil dari Program MBG, Begini Kata Ratu Dewa
Selain tarif listrik, beberapa komoditas pangan seperti cabai merah, daging ayam ras, tomat, dan bawang merah juga berkontribusi dalam mendorong deflasi.
Penurunan harga pada sejumlah komoditas ini memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan inflasi di Sumsel.
Meskipun mengalami deflasi bulanan, secara tahunan Sumsel masih mencatat inflasi sebesar 0,49%.
Dari 11 kelompok pengeluaran, delapan mengalami kenaikan dan tiga mengalami penurunan. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil mencapai 0,84%.
"Beberapa komoditas utama yang mendorong inflasi tahunan meliputi emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai rawit, dan sigaret kretek mesin," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









