Serba Serbi Hari Buruh, Sejarah hingga Rangkaian Peringatan May Day 2025 yang Akan Dihadiri Presiden

AKURAT. CO SUMSEL - Hari Buruh diperingati setiap tanggal 1 Mei.
Tak hanya di Indonesia, hari buruh atau May Day juga diperingati di berbagai belahan dunia.
Hari tersebut menjadi simbol perjuangan para pekerja untuk mendapatkan hak-hak dan keadilan di tempat kerja.
Baca Juga: Rumah Dinas Wali Kota Palembang Kini Dibuka sebagai Rumah Aspirasi Warga
Biasanya, peringatan hari buruh diwarnai dengan aksi para pekerja dalam rangka menyampaikan berbagai tuntutan hingga aspirasi.
Tahun ini, akan ada sedikit yang berbeda dari peringatan hari buruh di Indonesia.
Pasalnya, Presiden Indonsia Prabowo Subianto dijadwalkan akan hadir memberikan pidato di hadapan masa aksi hari buruh di Monas pada Kamis (1/5/2025).
Baca Juga: DKPP Sumsel Catat 18 Ekor Kerbau Mati Mendadak di Lahat, Disebut Terkena Penyakit Ngorok
Selain dihadiri Presiden setelah 60 tahun, berikut adalah hal-hal yang harus diketahui tentang peringatan hari buruh.
Hari Buruh Adalah Libur Nasional
Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei telah ditetapkan menjadi libur nasional.
Baca Juga: Dishub Palembang Kena Tegur Keras, Wali Kota Ratu Dewa Geram Soal Parkir Liar dan PJU Gelap
Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025.
Artinya, pada tanggal tersebut, perkantoran, sekolah, dan instansi pemerintahan akan diliburkan, memberikan kesempatan kepada pekerja untuk merayakan hari bersejarah ini.
Sejarah Hari Buruh
Baca Juga: Dinas Pendidikan Sumsel Tegaskan Larangan Pungutan Perpisahan, Minta Warga Tak Takut Lapor
Peringatan Hari Buruh dimulai pada tahun 1889, ketika Kongres Buruh Internasional di Paris menyetujui tanggal ini untuk menghormati perjuangan para buruh di Chicago, Amerika Serikat, yang menuntut jam kerja yang lebih manusiawi dan kondisi kerja yang lebih baik.
Sejak saat itu, Hari Buruh menjadi simbol global perjuangan hak-hak para buruh.
Sementara itu di Indonesia, melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2013, pemerintah Indonesia menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional.
Baca Juga: Nenek 100 Tahun Dianiaya Anak Kandung Pakai Kaleng Susu Setelah Tanyakan Surat Tanah
Hal ini ditujukan untuk memberikan penghormatan kepada perjuangan para pekerja dan sebagai pengakuan atas peran penting buruh dalam pembangunan ekonomi negara.
Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Buruh 2025
Tahun ini, peringatan Hari Buruh akan diwarnai dengan berbagai kegiatan besar, termasuk aksi damai yang melibatkan ribuan buruh dari seluruh Indonesia.
Baca Juga: Ribuan Buruh Siap Turun ke Jalan di May Day Sumsel, Desak Revisi UMSP dan UU Ketenagakerjaan
Di Jakarta, tepatnya di Monas akan digelar aksi yang dihadiri oleh lebih dari 200.000 buruh termasuk Presiden yang akan memberikan pidato.
Selain Presiden, para pemimpin serikat buruh internasional, termasuk Akiko Gono dari ITUC, juga akan turut hadir untuk memberikan dukungan dan semangat bagi para pekerja di Indonesia.
Momentum Refleksi dan Penghargaan kepada Para Buruh
Baca Juga: Jambret di Kertapati Palembang Gasak Ponsel, Gunakan untuk Tipu Kontak Korban
Hari Buruh 1 Mei 2025 bukan hanya hari untuk beristirahatnya para pekerja.
Akan tetapi juga untuk merefleksikan bagaimana nasib pekerja di Indonesia.
Hari ini menjadi momen penting untuk menghargai kontribusi para buruh terhadap kemajuan bangsa, baik di sektor industri, jasa, maupun publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









