Sumsel

Eks Direktur WHO Jelaskan Penyebab Keracunan MBG, Singgung Soal Bakteri dalam Makanan

St Shofia Munawaroh | 29 September 2025, 17:09 WIB
Eks Direktur WHO Jelaskan Penyebab Keracunan MBG, Singgung Soal Bakteri dalam Makanan

AKURAT. CO SUMSEL - Lebih dari seribu orang dilaporkan menjadi korban keracunan akibat makan bergizi gratis (MBG) di kecamatan Cipongkor, kabupaten Bandung Barat dalam sepekan.

Bahkan bupati sampai tetapkan status kejadian luar biasa (KLB) atas kasus ini.

Ternyata, keracunan tersebut disebabkan oleh bakteri.

Baca Juga: Pria 36 Tahun Diamankan Polisi di Palembang Usai Lecehkan Anak Dibawah Umur

Berdasarkan laporan laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat penyebab 1.333 orang mengalami keracunan adalah karena bakteri Salmonella dan Bacillus cereus.

Bakteri tersebut ditemukan dari sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperiksa tim laboratorium.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Labkesda Dinas Kesehatan Jawa Barat dr Ryan Bayusantika Ristandi menjelaskan, salah satu penyebab utama kontaminasi bakteri tersebut adalah rentang waktu penyiapan hingga penyajian makanan yang terlalu lama.

Baca Juga: Pria 36 Tahun Diamankan Polisi di Palembang Usai Lecehkan Anak Dibawah Umur

Sehingga hal ini memungkinkan bakteri berkembang biak. 

Penjelasan Eks Direktur WHO

Sementara itu, eks direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan keterkaitan dua bakteri tersebut sebagai penyebab keracunan makanan.

Baca Juga: Pria Gangguan Jiwa Tewas Dianiaya Oleh Anak dan Bapak di Palembang

Yang pertama, ada bakteri Salmonella yang sering dihubungkan dengan makanan-makanan tinggi protein seperti daging, unggas dan telur.

Sedangkan bakteri Bacillus cereus yang dapat menyebabkan keracunan makanan dihubungkan dengan penyimpanan nasi yang tidak tepat. 

Penyebab Umum Keracunan Makanan Menurut WHO

Baca Juga: Sumsel United Takluk di Medan, Coach Nilmaizar Minta Maaf

Di luar temuan dua bakteri di atas, Tjandra menjelaskan jika WHO telah mengidentifikasi sedikitnya ada lima faktor penyebab keracunan makanan yang bisa dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium. 

1. Penemuan Salmonela, Campylobacter dan Escherichia coli pada sampel makanan korban keracunan. Selain itu juga dapat ditemukan Listeria dan Vibrio cholerae.

2. Temuan virus yang disebut WHO berjenis Novovirus dan virus Hepatitis A. 

Baca Juga: Kebakaran Gambut di OKI Masuki Hari Ketujuh, Belasan Hektare Lahan Masih Terbakar

3. Keberadaan parasit seperti cacing trematoda dan cacing pita seperti Ekinokokus maenia Taenia.

4. Prion, yaitu bahan infeksi yang terdiri dari protein, contohnya adalah Bovine spongiform encephalopathy (BSE).

5. Kemungkinan kontaminasi bahan kimia pada makanan, yakni logam berat seperti timbal, kadmium dan merkuri. (*) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.