Rincian Jumlah Korban Keracunan MBG Versi Pemerintah, JPPI dan CISDI per September 2025

AKURAT. CO SUMSEL - Jumlah korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin hari semakin bertambah.
MBG sendiri merupakan program yang diluncurkan pemerintah sejak awal 2025 dengan tujuan meningkatkan asupan gizi pada masyarakat, terutama pelajar dan kelompok rentan.
Namun, setelah beberapa bulan berjalan, permasalahan mulai muncul dengan adanya laporan keracunan yang terjadi di sejumlah daerah.
Baca Juga: Khatib Wajib Tahu, Ini 3 Tema Khutbah Jumat yang Relevan Sepanjang Zaman
Kasus keracunan yang dilaporkan semakin hari semakin bertambah dan meluas di berbagai daerah, termasuk daerah-daerah di luar Pulau Jawa.
Bahkan hingga bulan September ini, data nasional menunjukkan jumlah korban keracunan akibat MBG telah mencapai lebih dari 4000 siswa.
Namun, jumlah tersebut berbeda dengan angka yang ditemukan oleh JPPI dan juga CISDI yang ternyata jauh lebih banyak bahkan mencapai 6000 jiwa.
Baca Juga: Jadwal Bioskop Palembang CGV, Cinepolis dan XXI Sabtu 27 September 2025
Jumlah Korban Keracunan MBG Versi Pemerintah, JPPI dan CISDI
1. Badan Gizi Nasional (BGN)
BGN mencatat 4.711 korban hingga 22 September 2025.
Baca Juga: Daftar Wilayah Terkena Pemadaman Listrik PLN Sabtu 27 September 2025, RS Sampai Mall Terdampak
Angka ini merupakan data resmi pemerintah yang mengacu pada laporan kejadian luar biasa (KLB) dari dinas kesehatan daerah.
2. Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI)
Sementara itu, lembaga pemantau independen CISDI merilis laporan korban keracunan MBG berjumlah 5.626 jiwa per 19 September 2025.
Baca Juga: Jelang Akhir Pekan, BMKG Prediksi Sebagian Sumsel Dilanda Hujan Ringan
Mereka menghimpun data tersebut dari media dan laporan di lapangan.
3. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI)
Angka tertinggi ditemukan oleh JPPI, dengan total jumlah korban mencapai 6.452 jiwa per 21 September 2025.
Baca Juga: Belasan Siswa Diduga Keracunan MBG, Dinkes Palembang Kirim Sampel Makanan ke Balai POM
Data ini dihimpun dari agregasi laporan media, dinas kesehatan, dan catatan daerah.
Perbedaan temuan jumlah korban di atas disebabkan oleh perbedaan cut-off tanggal dan definisi kasus.
BGN hanya menghitung korban yang masuk kategori KLB dan telah dilaporkan secara resmi.
Sementara itu, CISDI dan JPPI memasukkan laporan dugaan keracunan (suspected cases) yang belum semuanya diverifikasi laboratorium.
Daerah dengan Kasus Terbanyak
Berdasarkan data gabungan BGN, CISDI, dan JPPI, wilayah dengan kasus tertinggi meliputi:
Baca Juga: Aksi Curanmor di Jakabaring Terekam CCTV, Mahasiswa Kehilangan Motor Saat Hendak Kuliah
1. Jawa Barat
Provinsi Jawa Barat menjadi episentrum dengan jumlah korban yang mencapai ribuan.
Lonjakan terbesar terjadi di Bandung Barat, termasuk Cipongkor yang hingga 24 September 2025 mencatat 369 korban hanya dari satu kejadian.
Baca Juga: Herman Deru Sampaikan Aspirasi Strategis Sumsel ke Wapres Gibran
Bupati Bandung Barat bahkan sampai menetapkan kasus ini sebagai KLB dan melakukan pemberhentian sementara pada beberapa dapur MBG yang terindikasi bermasalah.
2. Banten dan Jawa Tengah
Dua provinsi ini juga mencatat ratusan hingga ribuan korban dengan sejumlah kasus KLB yang sudah dikonfirmasi dinas kesehatan setempat.
Baca Juga: FIFA Nilai Rangkap Jabatan Erick Thohir Tak Jadi Masalah, Justru Kuatkan Posisi Indonesia
3. Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan
Tiga daerah tersebut melaporkan puluhan hingga ratusan korban dalam beberapa insiden terpisah.
Dari ribuan kasus yang ada, sebagian besar korban kasus keracunan terjadi pada siswa yang menjadi kelompok sasaran utama penerima MBG. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









