Sumsel

Enam Pria Positif Narkoba Saat Penggerebekan di Palembang, Polisi Sita Paket Sabu

Deny Wahyudi | 28 Oktober 2026, 15:47 WIB
Enam Pria Positif Narkoba Saat Penggerebekan di Palembang, Polisi Sita Paket Sabu
Enam Pria Positif Narkoba Saat Penggerebekan di Palembang, Polisi Sita Paket Sabu

AKURAT.CO SUMSEL Tim gabungan Satres Narkoba Polrestabes Palembang dan Polsek Seberang Ulu (SU) II mengamankan enam pria dalam penggerebekan di dua lokasi di Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan SU II, Palembang, Rabu (28/10/2026) pagi.

Keenam pria tersebut diamankan dari Jalan Tangga Takat Laut dan Lorong Abadi. Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, seluruhnya dinyatakan positif menggunakan narkoba yang mengandung metamfetamin.

Penggerebekan dipimpin Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, Kompol Muhammad Burhanudin Yusuf Hanafiah, bersama Kapolsek SU II, Kompol Dedy Rahmat Hidayat.

Di Lorong Abadi, petugas mengamankan SL (32) dan UN (40). Sementara itu, empat pria lainnya, yakni MM (39), HM (53), AR (35), dan MS (40), diamankan di Jalan Tangga Takat Laut.

Dari kedua lokasi tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu paket kecil sabu, alat isap bong, pirek, korek api gas, serta plastik klip.

Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, Kompol Muhammad Burhanudin Yusuf Hanafiah, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, keenam pria yang hasil tes urinenya positif telah dibawa ke Satres Narkoba Polrestabes Palembang untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

"Setelah dilakukan tes urine, mereka positif. Selanjutnya mereka kita amankan di Satres Narkoba Polrestabes Palembang untuk dilakukan pengembangan. Kita juga amankan satu paket kecil sabu-sabu dan alat hisap," katanya.

Baca Juga: Tak Tahan Anaknya Kecanduan Sabu, Ibu di Palembang Serahkan ke Polisi

Di tengah penggerebekan tersebut, seorang ibu rumah tangga bernama Sagiyem justru mendatangi petugas untuk menyerahkan anak kandungnya, AR (35), yang menurut pengakuannya diduga mengalami ketergantungan narkoba.

Sagiyem mengaku sudah tidak sanggup menghadapi perilaku anaknya yang disebut kerap mengambil uang tanpa izin. Ia juga mengatakan sejumlah barang berharga milik keluarga telah dijual untuk memenuhi kebutuhan anaknya membeli narkoba.

Kondisi itu membuat keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk membeli sayuran.

"Biar hati aku lega, saya serahkan anak ke polisi. Saya sudah sangat kesal dan tidak tahan dengan perilakunya. Ada uang Rp20 ribu, diambil, dicuri oleh dia. Sampai-sampai mau beli sayur untuk makan pun sudah tidak bisa lagi," ungkap Sagiyem.

Ia menambahkan, anaknya kerap marah dan mengamuk ketika keinginannya tidak dipenuhi. Menurut Sagiyem, perilaku tersebut juga membuat anggota keluarga lainnya merasa tertekan.

Menanggapi penyerahan tersebut, Kompol Muhammad Burhanudin Yusuf Hanafiah membenarkan bahwa pihaknya menerima seorang pria yang diserahkan keluarganya karena diduga menggunakan narkoba.

"Iya benar, ada satu orang yang diserahkan orangtuanya. Kami apresiasi kepada yang bersangkutan," ujarnya.

Polisi selanjutnya akan memeriksa keenam pria tersebut untuk mendalami kasus ini, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peredaran narkoba di kawasan tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia